MEMONEWS.TODAY, JEMBER– Diketahui menara tandon air bagian proyek wastafel garapan CV Jaya Karya (CV JK) pekan lalu ambruk hingga tandon berisi ribuan liter air jatuh dari puncak menara.

Selain itu, CV Jaya Karya rekanan pengadaan wastafel di SD Kramat Sukoharjo 03, Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember ini ternyata banyak mendapatkan proyek diakhir masa pemerintahan Bupati Faida lalu.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Tidak ada kegiatan belajar mengajar selama masa pandemi.

Sesuai pengakuan pemilik CV, Agus Subagianto selama masa pandemi Covid-19 mendapatkan 8 paket proyek pengadaan wastafel di gelombang pertama. Sedangkan di gelombang kedua CV yang beralamat di Jalan Belitung, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Jember ini mendapatkan 2 paket senilai kurang lebih Rp 400 juta.

”Ini lima lokasi (termasuk SD Kramat Sukoharjo 03) pokoknya total nilainya Rp 284 juta,” kata Agus saat dikonfirmasi usai sidak DPRD Jember, Jumat (12/3/2021).

Agus mengakui kesemua proyek tersebut didapat melalui proses penunjukan langsung. Namun prosesnya normal seperti biasa dengan mengajukan company profil perusahaan dan bertahap.”Iya (penunjukan langsung),” katanya saat ditanya awak media.

Masih menurut Agus dirinya hanya menerima pembayaran untuk 8 paket pekerjaan yang diperoleh dari Satgas Covid-19 di gelombang pertama. Namun di gelombang kedua hingga kini dirinya belum menerima pembayaran meski pekerjaan telah diselesaikan.

Menariknya Agus juga mengaku mendapatkan proyek berupa katering yang diperuntukan kepada lansia. Proyek tersebut bernilai diatas Rp 394 juta. CV JK terungkap dalam dokumen hasil pemeriksaan BPK rekanan pengadaan katering yang disebutkan menunggak membayar pajak kepada negara.

Dalam dokumen yang beredar dikalangan disebutkan ada 8 perusahaan rekanan yang tidak membayar pajak. Untuk CV JK sebesar Rp 39 juta.

Baca Juga  Ratusan Gram Sabu Diamankan Dari Lima Pelaku

Iya kalau katering lansia. Tapi lokasinya (pengirimannya) jauh pak ada yang Kencong, Bangsal, ada yang Puger jadi kita itu ke rumah-rumah,” katanya.

Agus mengakui selain bidang konstruksi, CV JK mengerjakan bidang catering.”Iya ada kateringnya,”ucapnya.

Agus menyebutkan pekerjaan pengadaan katering tersebut tidak ada kontraknya meski demikian dirinya mengaku telah membayar pajak.”Sudah saya bayar kemarin itu 30 juta berapa gitu saya lupa,”katanya.

Sementara itu Ketua Pansus Covid-19 DPRD Jember David Handoko Seto saat dikonfirmasi mengaku heran satu perusahaan rekanan bisa dapat lebih dari 1 paket pekerjaan.David juga mengaku telah mengetahui banyak rekanan yang menjadi pengepul proyek.”Kita akan pelajari satu rekanan dapat pekerjaan lebih dari 3 paket itu,”katanya.

Masih menurut David, pihaknya mengagendakan rapat Pansus dengan para pihak termasuk rekanan dan Satgas.

Salah seorang rekanan lain yang juga terlibat dalam proyek pengadaan wastafel, saat dikonfirmasi mengaku kesal mendengar ada sejawatnya dalam 1 bendera bisa mendapatkan lebih dari 1 paket proyek.”Lah saya kemarin dapat 2 paket saja mas. Satu di gelombang pertama dua digelombang ke dua,”kata sumber tersebut.

”Dulu saat awal itu satu CV cuma boleh dapat satu. Makanya saya heran koq CV JK itu bisa dapat 8 paket digelombang pertama dan 2 paket di gelombang kedua,”katanya.

Rekanan tersebut kemudian mengatakan apa yang terjadi merupakan bentuk ketidak adilan. Terlebih dirinya yang berharap dapat penghasilan dari proses pengerjaan proyek hingga saat ini belum mendapatkan pembayaran dari Satgas Covid-19.

”Makanya kayaknya tidak adil mas, lebih-lebih cv kecil kayak punya saya dapat 1 mereka yang gede dapat lebih dari satu. Apalagi sekarang belum dibayar lagi yang gelombang ke dua, padahal uang tersebut kami tunggu-tunggu,” pungkasnya.

Baca Juga  Duh! Jalan Ambulu-Tempurejo Rusak Parah

Rep: Rio

Foto : Agus Subagianto pemilik CV Jaya Karya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here