MEMONEWS.TOSAY, JEMBER-
Rencana pembangunan gedung parkir milik Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) mendapat penolakan warga di sekitar lokasi.

Warga keberatan dengan pembangunan di rumah sakit milik mantan bupati Jember Faida tersebut. Mereka beralasan, proses pembangunan berpotensi merusak konstruksi bangunan rumah milik warga.

Warga sekitar juga keberatan dengan potensi munculnya kebisingan serta polusi yang ditimbulkan jika rencana pembangunan gedung tersebut dijalankan.

Pantauan di lapangan, lokasi pembangunan gedung parkir berlantai 7 tersebut tidak jauh dari pemukiman warga. Ada sekitar 10 orang yang berdampak langsung mereka antara lain, Edy Budi Susilo, Sigit Admaja, dr.Erfan Efendi, Sumilah, Ani Sumariyani, Salman Algarisi, Mohammad Abdul, Yoyok Sutoyo, Hadi Dihakimi dan Suyatno.

Pasca menerima informasi rencana pembangunan gedung tersebut, warga sempat berkirim surat kepada beberapa pihak terkait. Diantaranya Bupati Jember, Dinas LH, Satpol PP, Dinas kesehatan, Dinas Cipta Karya, Dinas perhubungan dan Dinas penanaman Modal dan pelayanan Satu Pintu pada 31 januari 2021 lalu namun hingga kini belum ada tindakan dari pihak terkait.

Perwakilan warga melalui Ketua RW 007 Lingkungan Telengsari Misyadi, kepada awak media mengaku merasa terganggu dengan rencana pengelola RSBS tersebut.”Kalau pembangunan gedung lantai 7 biasanya menggunakan paku bumi dalam proses pembuatan pondasinya, dan ini akan membuat getaran yang berdampak terhadap bangunan milik warga,”ujarnya.

Selain itu, lanjut Misyadi,persoalan kebisingan serta ketakutan warga jika ada material yang jatuh saat proses pembangunan menjadi persoalan yang dihadapi warga sekitar.

Sebelumnya warga menurut Misyadi sempat melakukan pertemuan dengan pihak kontraktor pada 24 Januari 2021 lalu. Pihak kontraktor PT CITRA MANDIRI CIPTA menjelaskan hal teknis kepada warga dari RT 001 (Jalan Kertabumi In dan RT 002 (Jalan Jayanegara) RW 007 Lingkungan Telengsari Kelurahan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates yang terdampak langsung. Saat itu warga menyatakan keberatannya.

Baca Juga  5 Pria Pembuat Surat Rapid Test Swab Palsu Dibekuk PoldaJatim

“Saat ini warga dalam keadaan resah dan secara psikologis sangat kuatir serta tertekan terhadap kemungkinan dampak yang akan ditimbulkan bangunan parkir bertingkat tersebut,” kata Misyadi.

Warga beralasan kawasan tersebut pemukiman padat penduduk. Sehingga dikawatirkan pembangunan akan berdampak struktur bangunan rumah warga.”Rumor yang sudah lama kami dengar nantinya fungsi gedung parkir tersebut Juga difungsikan sebagai kamar penyimpanan mayat, gudang obat atau fungsi lainnya,” jelas Misyadi.

“Kami warga RT 001 dan RT 002 yang akan terkena dampaknya secara langsung sampai dengan anak cucu kami kelak,”imbuhnya.

Misyadi berharap pihak RSBS mempertimbangkan kembali rencana pembangunan Gedung parkir bertingkat tersebut. ”Catatan kami ingatkan bahwa sebelum ada persetujuan warga atas berbagai perijinan yang harus saudara lengkapi (ijin Lokasi, Amdal, Amdal Lalin, IMB), agar tidak melaksanakan pembangunan (penggalian pondasi) terlebih dahulu,” pungkasnya.

Sementara itu pihak RSBS melalui ka TU, Aris saat dikonfirmasi via ponselnya mengaku tidak mengetahui persoalan pembangunan gedung tersebut. ”Saya tidak tahu mengenai rencana pembangunan gedung tersebut. Nanti akan dihubungi oleh pihak yang berwenang,” jawabnya singkat.

Rep: Rio

Foto: Warga memasang spanduk penolakan dilokasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here