MEMONEWS.TODAY, SURABAYA-Petugas gabungan terutama BPB Linmas Surabaya getol melakukan operasi protokol kesehatan ke sejumlah titik tempat hiburan umum dan malam dalam masa Penerapan Pembatasan Ptotokol Kesehatan (PPKM).

Razia tentang penegakan Protkes (protokol kesehatan) di masa PPKM mengacu terhadap Perwali Surabaya No.67 tahun 2020. Dimana dalam Perwali tersebut lebih menitik beratkan tentang sangsi administratif (denda) bagi warga Surabaya yang melanggarnya, baik secara perorangan maupun pelaku usaha.

Salah satu usaha yang tidak boleh beroprasional sesuai Perwali No.67 tahun 2020 adalah Bar dan Karaoke (karaoke dewasa, keluarga dan diskotik yang menjual minuman keras). Selama razia yang di gelar oleh petugas gabungan BPB Linmas dan Sat Pol PP Surabaya terhadap Bar dan Karaoke dewasa ternyata di temukan masih beroprasional.

Sanksi administratif diberlakukan untuk perorangan atau pengujung Bar dan karaoke senilai Rp. 150.000, sedangkan untuk pelaku usaha hiburan sendiri sanksi administratif berkisar antara Rp.1.000.000 hingga Rp. 25.000.000, nilai tesebut tergantung besar kecilnya aset dan pendapatan.

Meski ada penerapan sanksi administratif namun para pelaku usaha hiburan umum dan malam lebih memilih untuk nekat beroprasional meski harus kucing kucingan atau Tom&Jerry dengan petugas.
Hal tersebut diutarakan oleh salah satu kapten atau pengawas Oprasional Bar di Sekitaran Mer Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Mulyorejo. Sebut saja Udin bahwa para karyawan mulai dari kasir, tenaga kebersihan dan LC (Purel) tidak ada penganti kerja bila tempat hiburan ya tidak boleh beroprasional. “Kami tidak diberi solusi dan di suruh tutup jadi makan apa?”, ujarnya.

Beberapa langkah pelaku usaha untuk mengamankan tempatnya dengan cara kucing kucingan, antara lain meletakan informan atau pegawai di beberapa akses jalan melintasnya para petugas Linmas dan Sat Pol PP. Namun kadang hal tersebut tidak menjamin tempat usaha hiburannya tidak tersentuh para petugas.

Baca Juga  Pelajar di Surabaya Jadi Korban Rampas Motor, Dituduh Tabrak Lari

Keresahan para pengujung Bar dan Karaoke dewasa masa PPKM juga dirasakan, saat sedang asyik berkaraoke dan di temani wanita LC tiba tiba ada informasi razia (obrakan) dan harus bubar. Seperti yang diutarakan oleh salah satu penjual gorengan dan minuman segar di depan salah satu Bar Karaoke di Sekitaran Jl. Mer kecamatan Rungkut. Sebut Arib penjual gorengan, bahwa yang sebelumnya jam Oprasional mulai pukul 16.00 WIB kini mundur menjadi pukul 14.00 WIB, namun tetap oprasi razia petugas ikut mundur juga.

“ Sekarang LC dan pegawai juga pengujung baru masuk Bar hanya berdurasi 1 jam mereka bubar karena ada informasi adanya petugas akan merazia tempatnya, itu yang saya lihat beberapa hari ini,” ujar Arib warga asli Kediri yang berjualan gorengan di Jl. Mer Rungkut.

Terkait dengan bocornya razia Protkes (protokol kesehatan) di beberapa titik Bar dan Karaoke yang di gelar Satuan Tugas pencegahan Covid-19 antara lain BPB Linmas dan Sat Pol PP Surabaya, Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto, berikan keterangan.
“Akan tetap kita lakukan oprasi terus meski diketahui tutup saat petugas jalan kesana,” ujarnya singkat, Kamis (21/1/2021).

Teks : Bar dan Karaoke yang bocor, pengujung tidak nyaman

Reporter : Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here