BANYUWANGI, MEMONEWS.TODAY – Langkah tegas yang akan diambil oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dalam menangani persoalan penggalian dana dari Peran Serta Masyarakat (PSM) yang dilakukan oleh SMP Negeri 2 Genteng di masa pandemi covid-19 mendapatkan apresiasi baik dari Organisasi Masyarakat Pembela Adat dan Budaya Banyuwangi (Ormas Balawangi).

Melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno berjanji akan menurunkan Tim untuk datang ke SMP Negeri 2 Genteng.

“Matur nuwun infonya, senin besok kami turunkan petugas ke SMPN 2 Genten,” ucap Suratno kepada Ketua Balawangi, Minggu (18/4/2021).

Ketua Balawangi, Sholehudin menyampaikan, pengalian dana dari walimurid yang dilakukan oleh Sekolah SMP Negeri 2 Genteng sudah kelewatan apalagi di masa pandemi.

Menurut Sholeh, langkah tegas yang telah di ambil oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi sudah tepat. Atas kejadian ini, lanjut Sholeh, apabila tidak segera diambil tindakan tegas, makaembaga pendidikan (sekolah,red) bisa dengan leluasa memainkan dugaan sandiwara penggalian dana iuran dari orang tua siswa yang di kamuflasekan menjadi sumbangan dengan memakai peran komite tidak akan berakhir.

Baca Juga:Balawangi Kecam Dana PSM di SMPN 2 Genteng Banyuwangi

Baca Juga:Himbauan Pendidikan Bebas Pungutan Siswa di Banyuwangi Diduga Terkesan Disepelekan

Selaku pejuang nasib orang bawah, Sholehudin berharap tidak ada lagi praktek penggalian Dana PSM yang memberatkan orang tua Siswa.

“Tindakan Kepala Dinas Pendidikan Sudah bagus, karena praktek curang seperti ini kalau tidak segera di tindak akan menjadi budaya yang salah,” ujar Sholeh, pria asal Desa Taman Agung, Kecamatan Cluring ini.

Sholeh berharap, atas kejadian ini agar tidak ada lagi sekolah melakukan penggalian Dana PSM di masyarakat, karena itu sangat memberatkan. (Yoga)

Baca Juga  Anggota Polisi Diduga Terlibat Perampok Emas 4,3 Kilo di Banyuwangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here