MEMONEWS.TODAY– Meningkatnya kasus covid 19 di 4 Kabupaten di Bangkalan berimbas adanya larangan bagi anggota Satpol PP melintas ataupun keluar kota menuju Madura. Seluruh anggota Satpol PP Kota Surabaya dilarang melakukan perjalanan ke Madura imbas dari lonjakan kasus Covid-19.

Keputusan melarang seluruh staf Satpol PP Surabaya, dibuat karena Satpol PP adalah bagian penegak pengendalian Covid-19.

Karena itu, Satpol PP diwajibkan untuk membantu upaya Pemerintah Kota Surabaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto membenarkan bahwa kebijakan tersebut diberlakukan kepada semua staf Satpol PP Surabaya, baik yang berstatus PNS dan non PNS.

Semuanya staf Satpol PP yang rumahnya di Madura, diminta untuk tinggal sementara di Surabaya. “Sementara waktu saja, karena saat ini dalam rangka untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelas Eddy, Kamis (10/6/2021).

Eddy menuturkan, beberapa anggota Satpol PP Surabaya diakui memang berasal dari Madura.

Namun, berdasarkan data mereka sudah tinggal atau menetap di Surabaya.

Data dari sekretariat menyebut jika sudah tidak ada staff yang tinggal di Madura, namun melarang staf Satpol PP untuk wisata, atau mengunjungi saudara di Madura, hal itu yang dilarang.

“Memang ada yang rumahnya di Madura tapi sudah kos di sini, tinggal di sini (Surabaya),” tambah Eddy.

Larangan berkunjung ke Madura itu dimulai sejak Rabu (9/6/2021) hingga Selasa (22/6/2021) mendatang.

Untuk mengantisipasi anggota yang nekat berkunjung ke Madura, Eddy mengaku pihaknya telah menerjunkan Petugas Tindak Internal (PTI) untuk mengawasi bila ada anggota yang nekat ke Madura.

PTI yang diterjunkan akan melakukan pemantauan selama 24 jam di pos penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

Baca Juga  Tiga Oknum Polsek Diduga Dapat Jatah Bandar Sabu, Kasusnya Ditangani Propam

“Selama 24 jam, ada petugas tindak internal (PTI) yang tugasnya sama seperti Propam kalau di polisi. Mereka ada di pos penyekatan sana (Suramadu). Semua kendaraan kan kita hentikan, kita cek. Kalau anggota kita hafal. Jadi pasti akan ketahuan kalau nekat ke Madura,” ucap Eddy.

Karena itu, ia mengimbau kepada seluruh anggota Satpol PP untuk menahan diri ke Madura dan tetap tinggal di Surabaya.

Jika nantinya ditemukan ada anggota Satpol PP Surabaya tetap nekat ke Madura, ia memastikan akan memberikan sanksi tegas.

Terlebih lagi, upaya pencegahan Covid-19 sudah diatur dalam UU Kekarantinaan. Sanksinya akan proses, karena itu masuk daripara pelanggaran disiplin PNS.

Bagi staf Satpol PP yang berstatus PNS, akan diproses sesuai PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai.

Sementara bagi staf Satpol PP non PNS, maka sanksinya tidak mendapat perpanjangan kontrak hingga pemberhentian.(*)

Foto : Anggota Satpol PP Wanita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here