MEMONEWS.TODAY– Dengan dalih butuh uang, gadis berinisial WW (19) warga Blora dijual oleh pria asal Yogyakarta bernama, Henry Yuliansyah alias HY (38).

Curhatan WW yang sedang butuh pekerjaan dan keuangan membuat HY menjual dengan harga mahal. Bahkan, korban mengaku masih perawan dan seorang lelaki kaya berkenan membayarnya mahal.

Hal itu yang membuat pelaku HY ini semakin bringas tuk menjual keperawanan korban. Sampai akhirnya dengan bujuk rayu dan paksaan, korban pun tak berkutik melawan ajakan pelaku.

Pelaku HY ini mematok harga perawan korban seharga Rp 10 juta dengan pembagian, 30 persennya adalah jatah pelaku.

Tak hanya menikmati hasil penjualan korban, pelaku ternyata juga menikmati tubuh korban. Bahkan dengan paksaan pelaku meminta korban melayani nafsu bejat pelaku. Usai menikmati tubuh korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahardian menjelaskan, tersangka ini juga pernah mengajak korban ke Yogyakarta. Sampai akhirnya berujung transaksi prostitusi di Kota Surabaya.

Korban ini, oleh pelaku diminta tak boleh berhenti jadi pekerja seks. Pelaku mengancam akan menyebarkan foto bugil korban. Bahkan pelaku juga mengancam akan menyebarkan foto dan aib korban ke keluarga besarnya. Hal ini yang membuatnya merasa terancam dan takut ke pelaku.

“Dia kenal korban sekitar November 2020 lalu. Sampai akhirnya di bawa ke Surabaya dan menjualnya dengan harga Rp 1,5 juta. Pelaku dapat bagian Rp 500 ribu untuk bayar hotel dan jatahnya,” sebut Oki, Rabu (5/5/2021).

Tak hanya mengancam itu saja, menurut hasil pemeriksaan kedua pihak ternyata pelaku juga mengancam menyebarkan foto bugil di sosial media.

“Kepada tersangka korban dijual ke temannya seharga Rp 10 juta untuk keperawanan korban. Korban juga dijual di Kota Surabaya seharga Rp 1,5 juta usai perawannya hilang. Malah korban juga harus memenuhi nafsu bejat pelaku,” tambah Oki.

Baca Juga  Wanita Cantik Rela Dipenjara, Bantu Pacar Curi Motor

Pelaku dan korban kini sudah diamankan di Mapolrestabes Surabaya untuk penyelidikan lebih lanjut. Petugas akan menjerat pelaku dengan pasalĀ 2 UU no 1 2007 dengan ancaman minimal 3 tahun.(*)

Foto : Kasat Reskrim pamerkan pelaku di Polrestabes Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here