MEMONEWS.TODAY, SURABAYA- Pria bernama Saino (52), pengedar sabu asal Bogen, lebih dulu ditangkap anggota Tim 2 Unit I Satresnarkoba beberapa waktu lalu di daerah Simokerto terus dikembangkan.

Hasilnya, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil meringkus pengguna dan pengedar sabu di depan toko Jalan Kapas Krampung Tengah Surabaya.

Kedua tersangka yang diamankan yakni, Adam Faturahman (24), warga Jalan Desa Plabuhan, Plandan, Jombang dan Moch. Syafi’i (44), warga Jalan Tambak Madu, Surabaya.

Begitu dilakukan penggeledahan, dari keduanya, petugas menyita barang bukti 14 bungkus plastIk berisi narkotika jenis sabu seberat 6,36 gram.

“Barang bukti Sabu itu ditemukan dalam kotak hitam dan dikemas dalam plastik yang sudah diberi kode nomor,” kata Iptu I Made, Kanit Idik I mewakili Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian, Selasa (5/4/2021).

Dari pengembangan dengan menginterogasi Saino terkait asal usul barang. Dia mengaku membelinya dari seorang pengedar, Moch. Syafi’i, warga Jalan Tambak Madu.

Berbekal informasi itu, polisi lantas memancing Syafi’i untuk keluar dari tempat persembunyiannya. “Kami suruh tersangka (Saino), pura-pura pesan sabu,” tambah I Made.

Syafi’i yang tidak mengetahui bila Saino sudah ditangkap polisi, lantas berangkat mengantar barang di depan toko Jalan Kapas Krampung Tengah.

Begitu terlihat batang hidungnya, anggota langsung meringkusnya tanpa perlawanan. Kebetulan saat ditangkap, Syafi’i bersama anak buahnya, Adam yang akhirnya diringkus juga.

Saat digeledah anggota menemukan beberapa poket di saku celananya. Tidak berhenti di sini, anggota selanjutnya mengeler ke rumahnya di Tambak Madu dan kembali menemukan poketan sabu hingga total 14 poket.

Setelah terbukti, kedua tersangka kemudian digiring petugas ke Mapolrestabes Surabaya guna pengembangan lebih lanjut untuk menemukan pelaku lain.

Sementara itu, Syafi’i mengaku tidak hanya menjual sabu, tetapi juga mengonsumsi sabu. “Saya jual sekaligus pengguna pak,” kata Syafi’i kepada penyidik.

Baca Juga  Sholat Ghaib Bersama Untuk Prajurit dan Kru KRI Nanggala 402

Dia terpaksa menjual sabu karena tergiur dapat keuntungan besar. Untuk harga ia menjualnya Rp 300 ribu per poket. “Saya untung Rp 50 ribu per poketnya dan nyabu gratis,” terang Syafi’i. (*)

Foto : Adam Faturahman dan Moch. Syafi’i tersangka sabu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here