MEMONEWS.TODAY, SURABAYA-
Surabaya kini berlaku pembelakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Skala Micro akan dimulai tanggal 9 hingga 22 Februari 2021 dan berdasarkan Zona.

Zonanya dibagi menjadi 4 diantaranya, Zona hijau atau tidak ada kasus Covid-19 di satu RT. Seluruh suspek di tes akan dilakukan pemantauan secara rutin dan berkala.

Zona kuning, Krteria Kriteria terdapat 1 hingga 5 rumah kasus konfirmasi Positif dalam satu RT. Melakukan Isolasi mandiri bagi pasien Positif dan orang yang kontak erat dengan Pasien akan dilakukan Pengawasan dengan ketat.

Zona oranye kriterianya konfirmasi Positif dalam satu RT mencapai 6 hingga 10 konfirmasi covid. Isolasi mandiri bagi pasien Positif dan orang yang kontak erat dengan Pasien.

Zona oranye ini, tempat lbadah akan ditutup, tempat bermain anak dan Fasilitas umum. Namun sektor esensial tetap beroprasi.

Zona merah dengan Kriteria terdapat konfirmasi lebih Positif dari 10 rumah. Dilakukan isolasi mandiri/terpusat diawasi dengan ketat
Menutup tempat Ibadah, tempat bermain anak dan Fasilitas umum.
Sektor esensial tetap beroprasi.

Namun akan ada Pembatasan keluar masuk wilayah RT zona merah hingga pukul 20.00 WIB. Kegiatan Sosial yang menimbulkan kerumunan akan dilarang.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, Selasa (8/2/2021) saat memimpin Rapat terkait kesiapan PPKM berbasis mikro.

Kegiatan yang dilakukan secara virtual tersebut juga diikuti oleh seluruh Kapolrestabes/ta jajaran Polda Jatim. Terkait dengan data RT/RW dengan zonasi yang akan melaksanakan PPKM berskala mikro.

Selain itu juga data personil yang akan ditugaskan sesuai RT/RW, serta data pasien yang melaksanakan isolasi mandiri dan juga data alat testing di masing-masing posko.

Serta data kebutuhan masker dan beras, juga bantuan yang lainnya untuk pelaksanaan PPKM berskala mikro dan jumlah vaksinasi yang telah dilaksanakan di masing-masing Kabupaten/ Kota di Jatim.

Baca Juga  Perkembangan Bocah Surabaya yang Dikabarkan Hilang, Petugas Gabungan Sebar Poster

“Disisi lain, juga akan ada penekanan pada pelaksanaan ppkm Skala Micro ini. Ada sembilan poin penekanan,” jelas Kapolda, Selasa (8/2/2021) malam.

Sembilan poin itu, diantaranya.

1. Harus memperhatikan sisi Pre- emtif, Preventif, serta Kuratif.
2. Menentukan petugas yang mengawaki RT/RW
3. Bentuk Posko yang berisi petugas gabungan TNI/ Polri maupun instansi terkait.

4 Melaksnakan operasi (Covid hunter) untuk mengawasi pasien yang isolasi mandiri (OTG)
5. Bagi daerah yang zonasinya masih merah, kuning dan orange, agar pedomani pelaksanaan ketentuan pengaturan pembatasan PPKM skala mikro.

6. Pengembangan Pengobatan yang dinilai hasilnya efektif untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 untuk Treatment.
7. Pembuatan kampung tangguh sesuai dengan target yang telah ditentukan.

8 Kawal proses vaksinisasi agar sesuai dengan target.
9. Kampung tangguh kedepannya akan menjadi garda terdepan dalam pengelolaan kamtibmas (POP).(*)

Foto : Kapolda Jatim dan Pangdam v Brawijaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here