MEMONEWS.TODAY, JEMBER-
Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di barat Alun-Alun Jember, rupanya cukup sulit ditertibkan oleh Satpol PP. Meski sudah beberapa kali ditertibkan, selang beberapa saat kemudian mereka kembali melapak lagi.

Keberadaan PKL yang berjualan dirasa cukup mengganggu pengguna jalan. Sebab, PKL yang harusnya berjualan di sisi barat jalan Kartini, tetap memaksa berjualan di timur jalan Kartini.

“Seharusnya PKL tetap berjualan di sisi barat Jalan Kartini, karena kalau berjualan di sisi timur jalan, maka akan mengganggu pengguna jalan,” ujar Samsul (34), salah seorang warga Kecamatan Patrang, Jember, Sabtu (20/2/2021).

Para PKL jika sedang tidak ada petugas, mereka berani membuka lapak dagangannya di sisi timur jalan. Namun, saat petugas datang, seketika mereka pindah ke sisi barat jalan.

Alasan PKL tetap ingin jualan di timur jalan adalah dikarenakan pembeli selalu memberhentikan kendaraannya di sisi kanan jalan, dan tidak mau memarkir motor di tempat yang disediakan.

“Sehingga ini yang semakin semrawut, biasa selain petugas Satpol PP yang menertibkan, ada petugas dari Polsek Patrang,” imbuh Samsul.

Petugas sudah berkali-kali menertibkan dan memberikan sosialisasi agar PKL yang berjualan membuka lapaknya di sisi barat jalan. Tujuan di tertibkannya PKL adalah untuk keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, serta pedagang itu sendiri.

Reporter : Im

Foto : PKL yang jualan di Alun-Alun Jember.

Baca Juga  Peribadatan Hari Raya Imlek Berlangsung Sepi Dalam Masa Pandemi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here