MEMONEWS.TODAY, JEMBER- Sindikat pelaku curanmor dan menjual barang curian melalui sosial media Facebook dalam bentuk protolan diungkap Jajaran Polsek Balung, Kabupaten Jember.

Kasus ini terungkap berawal saat seorang warga Agus Ubaitullah warga gumelar, Balung kehilangan motor jenis vixion saat sholat Jumat (16/3/2021) di masjid Gumelar, Balung.

Korban melihat postingan sosmed melihat postingan salah satu akun di facebook milik pelaku. ”Melacak dari facebook kemudian saya melihat di akun Indra Wijaya di grup jual beli balap liar,”kata Agus.

Korban mengenali dari ciri-ciri jok , dan stiker yang menempeli mahkota motor. ”Ini ada stiker bismillah, korban saat menunjukan stiker yang menempel di mahkota motor. Korban kemudian menghubungi pihak kepolisian setempat.

Pasca mendapatkan informasi dari korban polisi kemudian bergerak untuk menelusuri akun tersebut.

Dari penelusuran akhirnya terungkap pelaku adalah warga Dusun Kali Glagah Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumber baru, Kabupaten Jember. Pelaku ditangkap di rumahnya.

Dari penggledahan di rumah pelaku, polisi banyak menemukan pretelan motor. Motor tersebut ternyata berasal dari aksi kejahatan pencurian.

Di depan petugas pelaku mengaku dapat dari pelaku lain yang saat ini buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolsek Balung AKP Sunarto saat rilis media di Mapolsek Balung , Jumat (19/3/2021) mengatakan pelaku telah mempreteli puluhan motor untuk dijual secara online. ”Si pelaku sudah preteli 20 motor selama 1 th. Dipreteli per item tidak secara utuh,” kata AKP Sunarto.

Sunarto menyebutkan dua pelaku yang berhasil diamankan petugas bernama Wahyu (29) dan Ahmad yasid (27).

Kedua pelaku mempunyai peran berbeda-beda. Pelaku Wahyu berperan sebagai penadah dan penjual secara langsung sedangkan pelaku Yasid berperan menawarkan di sosmed. ”Dari 20 unit motor itu dijual langsung dan online melalui FB (facebook),” kata Sunarto.

Baca Juga  Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Bekuk Pelaku Jambret

Namun pelaku utama pemetik dan pelaku berinisial SJI belum bisa ditangkap. “Pemetik menjual ke SJI dilempar ke Wahyu dan Yasid,” terang mantan anggota Densus 88 ini.

”Dua orang ini sudah lama lebih dari 1 tahun.Modus untuk menutupi barang bukti dijual ketengan,” sambungnya.

Pelaku merusak nomor rangka dan nomor mesin dengan grindra. Motor hasil curian dipreteli di rumah wahyu sebelum ditawarkan di Sosmed.

Pelaku mengaku membeli motor curian dengan harga 2 juta rupiah. Dari aksi kejahatannya pelaku mendapat keuntungan jutaan rupiah.

Polisi menjerat pelaku masing-masing, Wahyu dengan pasal 480 dan Yasid pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(*)

Reporter : Rio

Foto : Korban menunjukkan motornya yang dipreteli dijual online.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here