MEMONEWS.TODAY, SURABAYA-
Susarmono (57) warga asal Jalan Medokan semampir VI A, Surabaya mengalami luka cukup parah di wajahnya dan matanya hingga mengakibatkan korban tidak sadarkan diri.

Itu setelah pria yang sehari-hari bekerja sebagai penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Keputih itu melerai temannya yang terliibat pertikaian dan kini terpaksa harus menjalani perawatan medis.

Bukan hanya mengalami luka, Susarmono saat ini juga masih mengeluhkan gangguan penglihatan sebelah kanan yang bengkak dan tidak hentinya mengeluarkan darah segar. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

Korban ini dengan didampingi beberapa saksi juga sudah melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polsek Sukolilo. “Benar, laporan sudah kami terima. Anggota masih berupaya memburu dua terduga pelaku,” kata Kanitreskrim Polsek Sukolilo Iptu Zainul Abidin.

Kejadian itu sendiri bermula sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban dan Arief (teman korban, red), sedang merapikan batu dan pasir menggunakan gerobak. Dari kejauhan, dua terduga pelaku mendadak meminjam gerobak yang saat itu sedang digunakan Sumarsono dan Arief.

Karena belum selesai bekerja, korban dan temannya merasa keberatan. Saat itu, saksi Arief dengan tegas menolak keinginan para terduga pelaku. Mendengar omongan Arief, para pelaku langsung berusaha menyerang Arief. Melihat hal tersebut, Sumarsono sontak melerai.

“Karena korban ini mencoba melerai, membuat para pelaku semakin geram. Mereka lantas menghajar Sumarsono dengan menggunakan bambu. Dari keterangan korban, mata dan punggung terkena pukulan bambu oleh para pelaku,” tutup Iptu Abidin.(*)

Reporter : Eko

Teks : Korban dengan luka pada bagian mata mendapatkan perawatan medis di RS

Baca Juga  Sempat Kabur, Pelaku Curi Motor Dibekuk Polsek Robatal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here