Pemasok narkoba berinisial F, yang ditembak mati Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, disebut memiliki puluhan kilogram barang bukti. Barang bukti itu masih dihitung petugas.

“Barang bukti masih kita hitung. Ada puluhan kilogram barang bukti. Nanti kita total dan rilis dengan pelaku yang lain,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian di Surabaya, Minggu (12/9/2020).

Memo menjelaskan pihaknya masih menelusuri dari mana asal puluhan kilogram narkoba yang dimiliki F dan pelaku lainnya. Pihaknya akan bekerja sama dengan Polda Jatim, Polda Metro Jaya hingga Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat (BNN-nya AS).

“Kita akan kerja sama baik itu dengan Polda Jatim, Polda metro, atau Satgas, kita juga akan koordinasi dengan DEA. Asalnya (narkoba) kita belum tahu barangnya. Masih koordinasi dengan BNN. DEA juga akan datang Senin (14/9/2020) besok,” jelas Memo.

Ditanya adanya kemungkinan barang bukti narkoba berasal dari bandar internasional karena meminta DEA turun tangan, Memo belum membocorkan. “Tunggu ya, nanti diumumkan,” imbuhnya.

Satresnarkoba disebut Memo masih terus bergerak mengejar pelaku level 2 dan level 1. Di level tersebut merupakan bandar utama. Apalagi, pelaku yang ditembak mati ada kaitannya dengan kasus narkoba yang sebelumnya dikejar Satresnarkoba.

Diketahui, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya tembak mati seorang pemasok narkoba di beberapa wilayah Jawa Timur. Pelaku terpaksa ditembak mati karena melawan petugas.

Pantauan detikcom di kamar mayat RSU dr Soetomo, jenazah tiba pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 22.30 WIB. Jenazah pria tersebut berinisial F dengan usia 32 tahun. Pelaku merupakan pemain/bandar kelas tiga. Yang artinya pemasok barang haram tersebut. Ada beberapa kabupaten/kota di Jatim yang dipasok oleh pelaku. Yakni Surabaya, Malang, Pasuruan dan kawasan Madura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here