MEMONEWS.TODAY, JEMBER – Bupati-Wabup Jember terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman nampaknya harus sedikit bersabar menunggu pelantikan. Pasalnya pelantikan bupati dan wabup hasil Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu ditunda.

Kepastian penundaan itu diungkapkan Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi yang telah mendapat informasi dari Biro Pemerintahan Propinsi Jawa Timur. Kabiro Pemerintahan Propinsi Jawa Timur menginformasikan adanya penundaan pelantikan.

”Saya telah menghubungi Kabiro Pemerintahan Propinsi Jawa Timur Pak Jempin Marbun,” kata Itqon melalui telpon.

Penyebabnya menurut Itqon adanya gugatan hasil pilkada di beberapa daerah. Sementara Kemendagri menginginkan pelantikan kepala daerah terpilih secara bersama-sama.

“Karena Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya Kabupaten Banyuwangi ada gugatan di Mahkamah Konstitusi dan semangat Mendagri tetap serentak, maka akan ditunda,” jelasnya.

”(Kemendagri) masih menunggu hasil keputusan sela Mahkamah Konstitusi besok (hari ini) rencananya akan dibacakan oleh MK,” sambungnya.

Namun apabila hasil keputusan sela ketiga daerah tersebut dilanjutkan maka pelantikan serentak akan dilaksanakan pada esok hari Rabu, 17 Pebruari 2021.

“Kalau memang ketiga daerah tersebut tidak akan dilanjutkan maka akan ada pelantikan serentak. Kalau ternyata lanjut akan ditinggal,” kata politisi muda PKB Jember ini.

Menghindari adanya kekosongan jabatan dan pemerintahan, akibat penundaan itu, Gubernur Jawa Timur akan menetapkan pelaksana harian Bupati Jember. Sesuai aturan yang ada Plh Bupati akan dijabat Sekertaris Daerah.

”Oleh karena itu pertanggal 18 Pebruari ini gubernur akan mengeluarkan SK pelaksana harian (Plh) Bupati yang secara otomatis akan dijabat oleh Sekda,” jelasnya.

Sedangkan Sekda yang ditunjuk adalah yang diakui oleh Pemprov Jatim. Seperti diketahui sempat terjadi kekacauan birokrasi pasca Bupati Faida di akhir masa jabatannya tiba-tiba mendemisionerkan Sekda definitif Mirfano. Faida kemudian menunjuk Edy Budi Susilo sebagai Plt (pelaksana tugas) Sekda namun tidak lama bupati perempuan itu menunjuk Ahmad Fauzi sebagai Plh Sekda dengan alasan untuk pencairan gaji ASN yang sempat telat hampir 2 bulan.

Baca Juga  Pelampung Gambar Mantan Bupati Faida Belum Didistribusikan, Jumlahnya Ribuan

“Sekda yang mana sekda yang sah menurut gubernur,” pungkasnya.

Sementara itu disela-sela acara pelantikan pengurus DPC Bintang Muda Indonesia (BMI) organisasi sayap DPC Partai Demokrat Jember, Gus Firjaun mengaku siap kapan saja untuk dilantik namun demikian pihaknya masih menunggu kepastian pelantikan.

”Hari ini (kemarin) sudah ada petugas ke kemendagri (untuk memastikan waktu pelantikan,” ucapnya. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here