MEMONEWS.TODAY, SURABAYA-
Mengaku sakit hati kepada orang tua korban, dua pelaku penculikan yang viral di kota Surabaya juga masih memiliki hubungan keluarga.

Keduanya yakni, Oke Ary Aprilianto (34), asal Gresik PPI Selatan Surabaya dan Hamidah (35) warga Kedung Tarukan Surabaya.

Diketahui, pelaku Oke Ary ini juga mempunyai istri lain selain Hamidah, istri keduanya berada di Pasuruan tempat Ara disembunyikan.

Hamidah sendiri merupakan kakak dari orang tua Nessa Alan Carera (7) alias Ara bocah asal Karanggayam Gang 1 Nomor 47 RT 05, Kelurahan Tambaksari Surabaya yang mereka culik.

Dihadapan media di Polrestabes Surabaya, keduanya mengaku spontan membawa Ara karena sakit hati kerap di fitnah oleh keluarga korban.

Bahkan, terakhir sebelum kejadian anak pelaku sempat ditampar oleh keluarga korban. “Saya sering cek-cok hingga akhirnya saya ninggalin rumah,” kata Hamidah.

Pelaku Oke Ary sendiri mengaku spontan membawa Ara ketika melihat korban main dan dipanggilnya. Korban nurut saja karena masih hubungan keluarga.

“Saat kami bawa juga kita perlakukan baik seperti anak sendiri, semuanya dadakan. Kami juga memohom maaf ke keluarga besar juga warga karena sudah membuat resah khususnya di Surabaya,” kata Oke Ary.

Sementara, Kanit Resmob Iptu Arief Rizky mengatakan, pelakunya kita amankan diwilayah Pasuruan berikut Ara dan langsung dibawa ke Surabaya.

Sebelumnya, korban diajak oleh kedua tersangka berkeliling Surabaya dengan menggunakan sepeda motor, yang mana posisi korban ditaruh ditengah kemudian
berkeliling.

“Korban juga sempat diajak makan bakso didaerah Kalijudan,” kata Arief, Sabtu (27/3).

Setelah korban berada di kos-kosan, kedua pelaku lalu bersama-sama menculik Korban dan dibawa ke Pasuruan di rumah istri Oke Ary yang nomor 2 bernama Musrifah.

Baca Juga  Paguyuban Warkop Sesalkan Pesta Ultah Gubernur, Bandingkan dengan Aturan Jam Malam

“Motif tersangka sementara diketahui dendam kepada orang tua korban karena sering dihina-hina,” tambah Kanit Resmob.

Pasutri itu kini sudah mendekam dalam penjara Polrestabes Surabaya karena melanggar Penculikan anak atau perdagangan anak sebagaimana dalam pasal 83 Jo Pasal 76F UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Unit Resmob juga mengamankan barang bukti berupa, 1 unit Sepeda motor Yamaha NMAX Nopol N-2290-V, 1 unit Sepeda motor Honda GENIO L-5953-KS, dan 2 Helm.(*)

Foto : Dua pelaku dan korban bersama keluarganya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here