MEMONEWS.TODAY– Pasien sembuh Covid-19, mengalami peningkatan yang sangat draktis. Hal itu diketahui dari data pasien di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Kota Surabaya yang hanya tinggal 40 orang saja.

Dari jumlah itu, artinya, hanya ada 10% dari kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) yang ada. Walau penyembuhan meningkat, relawan maupun tenaga kesehatan (nakes) tidak menurunkan tingkat kewaspadaan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan.

Kepala RSLI Kota Surabaya, Laksma dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan, pihaknya tetap konsisten. RSLI Kota Surabaya menegaskan tidak menurunkan kekuatan dan mengantisipasi bilamana terjadi lonjakan.

“Karena, jumlah personel kita memang tetap dan tidak takut dengan terjadinya lonjakan. Tapi, itu tidak kami harapkan, kita siap siaga untuk menghadapi segala libur panjang ini kemarin. Habis ini juga di bulan Ramadhan, dilanjutkan libur panjang, kita tetap,” kata Nalendra kepada awak media, Kamis (8/4/2021).

Kendati demikian, Nalendra ingin masyarakat tetap meningkatkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Ia juga berharap, virus varian baru di luar negeri tak masuk ke Indonesia dan menyebabkan kekhawatiran di masyarakat.

“Tetapi kuncinya ada pada masyarakat, bila masyarakat seperti yang ada di Jawa Timur (Jatim) benar-benar mengerti betapa pentingnya prokes, rasanya kita tertolong. Tetap optimis untuk tidak terjadi seperti di luar negeri ada gelombang ketiga,” tutur dia.

Nalendra menegaskan, pihaknya tetap fokus dan siaga bila suatu saat nanti terjadi lonjakan pasien. RSLI juga selalu siaga dengan pertolongan pertama dengan menyiagakan oksigenasi pada pasien yang saturasi (kekurangan oksigen) sewaktu-waktu, baik dalam skala ringan, sedang, hingga berat sekalipun.

Begitupun tempat tidur sudah maksimal dan disiapkan sampai 400 buah. Pada saat ada lonjakan hanya sekitar 350 dan tidak sampai 400. “Pengalaman kemarin, harus terapi oksigen, sekarang kita sudah ada oksigen sentral sehingga kita tidak takut lagi untuk menghadapi kasus-kasus yang sedang dan berat. Hampir 10%, jumlahnya kemarin hanya 40 orang dan ini yang menyebabkan kita luar biasa dan rasanya Jatim landai,” ujar penanggung jawab RSLI Kota Surabaya itu.

Baca Juga  Pembunuhan di Simo Jawar Diduga Bermotif Asmara

Meskipun Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim) sudah ditetapkan di Puskesmas Krembangan, Nalendra tak henti-hentinya meminta kepada masyarakat untuk menerapkan prokes secara ketat.

“Sehingga, kita dikumpulkan di sana (untuk vaksinasi), sehingga kita sudah memenuhi target Surabaya, Jatim benar-benar sudah aman. Harapan kita, vaksinasi ini akan terjadi (seluruhnya) dan kita punya kekebalan biarpun kita belum tahu efektivitasnya. Tapi, rasanya kita optimis untuk hasil yang luar biasa ini,” kata Perwira Tinggi AL dengan 2 bintang dipundaknya itu.

Namun, Nalendra ingin para nakes, relawan, dan pihak terkait dalam RSLI untuk tidak ‘spaneng’ dalam menangani pasien Covid-19. Maka dari itu, ia mengajak seluruhnya untuk rekreasi dengan rafting dan arung jeram.

“Kita (RSLI) masih sangat landai, bagaimana teman-teman kemarin saya ada kan untuk rekreasi mental bergiliran dan membuat kerjasama tim untuk lebih sulit lagi dan itu yang kita inginkan,” tutupnya.(*)

Foto : Sebaran Covid di Jatim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here