Aksi demonstrasi menolak pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja pada Kamis, 8 Oktober 2020, kembali mendapat sorotan media asing.

Berikut Jakpusnews.com rangkum media asing mana saja yang memberitakan bahkan membahas kerusuhan ini.

1. Redfish, media milik pemerintah Russia, membagikan beberapa foto bahkan video di Twitter resminya @redfishstream pada Kamis, 8 Oktober 2020, tentang bagaimana demonstran melawan barikade polisi.

An Indonesian protester kicks back a tear gas canister while dodging water cannons. pic.twitter.com/ZQKQqcHW74— redfish (@redfishstream) October 8, 2020

Baca Juga: PBNU Dukung Berbagai Pihak Ajukan Gugatan Terkait Omnibus Law UU Ciptaker ke MK

2. Channel News Asia, media asal Singapura, pada Jumat 9 Oktober 2020 menuliskan “Protesters torch police posts as opposition mounts to new Indonesia law” dalam pemberitaan mereka.

Dalam artikelnya Channel News Asia menyebutkan: “pedemo menyulut api pada barikade polisi, halte bus dan beberapa pos polisi”.

Protesters torch police posts as opposition mounts to new Indonesia law https://t.co/orRTLWSU98 pic.twitter.com/yV3JCeoz5o— CNA (@ChannelNewsAsia) October 8, 2020

3. Media Turki Anadolu menuliskan artikel dengan perhatian bentrokan antara polisi dengan para pedemo pada Kamis. “Polisi melepaskan gas air mata dan mendorong pada pedemo yang mencoba untuk bergerak maju ke Istana di Jakarta,” tulis Anadolu.

Baca Juga: Imbas Demo Buruh yang Berakhir Ricuh Diprediksi Melemahkan Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat

4. Sky News menuliskan “Indonesia protests: Thousands clash with police over new labour law”. Media Inggris ini menyertakan video para pedemo yang melawan barikade polisi dalam aksi di sekitar Harmoni, Jakarta Pusat.

5. South China Morning Post menyebutkan operasional MRT Jakarta terpaksa ditutup karena unjuk rasa berujung dengan kekerasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here