Anak berusia 9 tahun yang mencegah ibunya dari pemerkosaan di Kecamatan Bireum Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, ditemukan meninggal dengan 10 luka akibat bacokan dan tusukan. Jenazahnya ditemukan mengapung di sungai masih dalam kawasan desa korban tinggal, pada Minggu (11/10/20).

Sekira pukul 15.40 WIB, tim yang dibantu oleh BPBD dan masyarakat berhasil menemukan mayat korban berinisial R yang mengapung di seputaran sungai Birem Bayeun dalam keadaan masih memakai pakaian lengkap,” ujar Kasatreskrim Polres Langsa, Iptu Arief Sukmo Wibowo, kepada acehkini, Minggu (11/10) sore.

Setelah ditemukan, kata Arief, tim langsung mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan visum et repertum. Hasil visum diketahui bahwa anak tersebut mengalami 10 luka bacokan dan tusukan di sekujur tubuh. “Penyebab kematian korban, putusnya nadi besar di sebelah kiri,” kata Arief.

Bocah itu sebelumnya dibawa kabur pelaku sesudah memperkosa ibunya. Arief menjelaskan, pada Minggu pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, polisi dibantu masyarakat menangkap SB (46 tahun), pria terduga pelaku pemerkosaan terhadap DA (28 tahun) dan pembacokan anak DA yang masih berusia 9 tahun.

“Saat dilakukan penangkapan oleh tim yang dibantu masyarakat, pelaku sempat melakukan perlawanan sehingga petugas beberapa kali memberikan tembakan peringatan untuk menyerahkan diri kepada kepolisian,” ujarnya.

Setelah ditangkap, pelaku tidak buka suara tentang keberadaan bocah 9 tahun yang dibawanya kabur.

Kasus kriminal kejahatan seksual dan pembunuhan itu bermula ketika seorang pria berinisial SB merangsek masuk ke dalam rumah DA di Bireum Bayeun, pada Jumat (9/10) malam.

Di sana DA berdua dengan anak laki-lakinya yang berusia 9 tahun. Sedangkan suaminya sedang tidak berada di rumah. Pelaku lalu mencoba memperkosa DA, namun dicegah oleh anak korban. Pelaku lantas membacok anak tersebut dan selanjutnya memperkosa DA. Sesudah itu, pelaku melarikan diri dengan turut membawa anak DA yang mengalami luka bacok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here