MEMONEWS.TODAY, SURABAYA-
Pria berusia 39 tahun warga Sampang, Madura bernama, Abdul Hosid pelaku pembunuh selingkuhan istrinya mengaku dipicu amarah dan rasa cemburu.

Dia membacok Damiri di Jalan Simo Jawar Gg. V/A Surabaya pada Rabu (10/3/2021) lalu.

Rupanya, dendam amarahnya itu dipendam sejak Februari 2013 saat dia bekerja sebagai TKI di Malaysia. Saat itu, pelaku memperoleh informasi bahwa pelapor (istrinya) dengan korban mempunyai hubungan atau diduga selingkuh.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada April 2019 saat masih bekerja sebagai TKI di Malaysia, pelapor kembali ke Sampang. Namun, April 2020 Pelaku kembali bekerja sebagai TKI di Malaysia seorang diri.

“Saat berada di Malaysia, saya mendapatkan kabar dari anak bahwa pelapor sering keluar dan bertemu dengan Damiri,” kata pelaku, Jumat (12/3/2021) di Mapolrestabes Surabaya.

Dengan adanya info itu, pelaku akhirnya pulang ke Sampang dan mendapati Rosiah, sudah tidak berada dirumah.

Hingga pada, Rabu (10/3/2021) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku menuju ke Surabaya dengan menggunakan sepeda motor sembari membawa celurit yang diselipkan di pinggang sebelah kiri.

Sekitar pukul 12.00 WIB, saat berada di Jalan Simo Jawar Surabaya, dia melihat Damiri sedang berjalan kaki sendirian. Tak berpikir panjang, dia langsung mengayunkan celurit kearah korban.

Akibat dibabat celurit, korban mengaalami luka parah dan diketahui meninggal dunia dilokasi kejadian

“Istri saya sudah 2 kali berhubungan, yang pertama saya maafkan, yang ini dia kedua dibawa lari oleh Damiri,” tambahnya.

Dalam pengakuannya, pelaku juga tidak tahu alasan istrinya yang saat itu selingkuh, sejak selama 5 tahun dirinya jadi TKI, hingga sang anak memberitahu jika ibunya selingkuh.

Sementara, Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ambuka Yudha Hardi Putra mengatakan, Hosid ditangkap oleh anggota Jatanras pada Kamis (11/3/2021) kemarin. Pelaku sendiri mengaku tak ada niatan membunuh korbannya.

Baca Juga  Puluhan Nelayan Banyuwangi Nyaris Tenggelam di Selat Bali

Saat itu, status korban dengan mantan istri mengaku masih utuh alias menikah. Bahkan, tak ada catatan atau data yang menyebut keduanya belum berpisah.

“Katanya menikah, tapi tidak ada catatan dari negara atau nikah siri,” kata Ambuka Yudha.

Kini pelakunya sudah mendekam dalam penjara dana akibat ulahnya itu, dia akan dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.(*)

Foto : Pelaku saat di Polrestabes Surabaya didampingi Wakasat Reskrim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here