MEMONEWS.TODAY, SURABAYA-
Bermodus Jual Komputer dan hardisk berisi narkotika dibongkar Polisi Polsek Gubeng Surabaya. Itu merupakan modus baru dalam peredaran Narkoba di Surabaya Jawa Timur.

Dari ungkap kasus ini satu pemuda diamankan. Dia berisial, AHW (34) warga Jagir Surabaya.

Modus tersangka ini yakni mengirimkan Narkotika jenis Sabu-sabu dan Ekstasi dengan cara disembunyikan di dalam Hardisk / CD Room Komputer, kemudian dikemas dan dibungkus menggunakan plastik Bubblewrap warna Hitam, dan dikirimkan melalui jasa Ekspedisi serta Ranjau.

Pengungkapannya bermula dari, Reskrim Polsek Gubeng yang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki tidak dikenal dengan gerak-gerik mencurigakan yang meletakkan sebuah bungkusan di pinggir Jalan Ngagel Tama Tengah Surabaya.

Mendapat informasi tersebut Anggota Reskrim Polsek Gubeng langsung melakukan pengecekan di lokasi tersebut, dan ditemukan 1 bungkus plastik Bubblewrap warna Hitam yang berisi 1 poket Sabu-sabu, dan 1 poket Pil Ekstasi.

Kapolsek Gubeng Kompol Palma Pahlevi mengatakan, berdasarkan rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi, diketahui orang yang meletakan bungkusan tersebut diketahui pengedar narkotika sehingga dilakukan penangkapan.

Dari hasil pengembangan diketahui jika pelaku juga mengirimkan sebuah kotak kardus yang dibungkus menggunakan plastik Bubblewrap warna Hitam yang di dalamnya terdapat 1 poket Narkotika sabu dan Ekstasi.

“Dia juga mengaku telah mengirimkan paket barang berisi Sabu dan Pil Ekstasi melalui ekspedisi di Jalan Ngagel Madya,” sebut Palma, Kamis (4/2/2021).

Anggota Reskrim Polsek Gubeng juga mengamankan 1 buah kotak kardus yang dibungkus menggunakan plastik warna Hitam, yang berisi 4 buah Hardisk / CD Room yang di dalamnya terdapat 5 poket Pil Ekstasi, dan 2 poket besar sabu yang telah dikirimkan oleh Tersangka melalui ekspedisi di Ngagel Madya Surabaya.

Baca Juga  Gubernur Khofifah Tekankan Percepatan Pembangunan Ekonomi dan Penanganan Covid di Sertijab Walikota Surabaya

“Dalam penyidikan, dia mengaku narkotika tersebut adalah milik orang berinisial MV (DPO), yang didapatkan dengan cara Ranjau,” tambah Palma.

Semua aktifitas pelaku berdasarkan perintah saudara MV melalui telepon dan WhatsApp dan dengan lokasi yang telah ditentukannya. Tersangka mendapatkan uang imbalan sebesar Rp. 500.000, untuk setiap pengiriman barangnya.

Barang bukti yang disita, 4 poket sabu seberat 519,88 gram, 7 poket berisi 519 butir Ekstasi, baju kaos dan celana panjang jeans, HP, 8 buah Hardisk / CD Room Komputer bekas, plastik Bubblewrap warna Hitam, Lakban warna Coklat, 2 buah buku tabungan Tahapan dan 1 ATM.(*)

Foto : Pelaku didampingi Kapolsek Gubeng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here