MEMONEWS, SURABAYA-
Unit IV Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim kembali mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur sebagai pemuas nafsunya.

Kali ini, kasus prostitusi online ini diungkap pada, Jumat 29 Januari 2021 sekira pukul 15.30 WIB, diwilayah Kelurahan Meri, Kranggan Kota Mojokerto dan satu mucikarinya diamankan.

Tersangkanya berinisial, OS (38) warga Meri Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto.

Dalam menjalankan bisnis esek-esek ini, OS membuka layanan “Sewa Kost Harian” digunakannya sebagai kedok untuk melancarkan bisnis Prostitusi
Online yang melibatkan anak di bawah umur sebagai PSK ini.

Untuk mendapatkan pelanggan OS dibantu oleh beberapa anak dibawah umur dijadikan Reseller guna melakukan promo/ penawaran melalui Medsos Facebook dan Whatsapp.

Pelaku merekrut anak di bawah umur atau pelajar SMP, MTs, SMA, SMK, untuk menjadi reseller yang bertugas menawarkan jasa sewa kamar dengan menyediakan Wanita Panggilan (WP).

Bahkan beberapa diantaranya juga direkrut jika mau ditawarkan sebagai Wanita Panggilan. Pelaku juga menyuruh para reseller untuk membuat akun Facebook palsu, kemudian bergabung di beberapa grup.

Ketika ada calon penyewa kamar yang meminta info di grup Facebook tersebut, reseller akan mengkomentari di kolom komentar agar inbox untuk adanya kesepakatan, hingga percakapan akan beralih di Whatsapp.

Wakapolda, Jawa Timur Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, dalam menjalankan bisnisnya ini, pelaku mengemas dalam nama Wisata Rumah Nobita dengan paket-paket yaitu, Tiket Doraemon buka pukul 08.00-13.00 (50K). Tiket Nobita, 13.00-18.00 (50K), Tiket Shizuka: 18.00-23.00 (50OK), Tiket Suneo, 23.00-04.00 (50K), Tiket Giant (120K) selama 12 jam.

Tiket Dorami, 100k (10 jam), Tiket Dekisugi, 80k (8 jam), Tiket Jaiko: 70k (7 jam), Tiket Nobisuke, 65k, Tiket Tamake, 150k (15 jam) dan Tiket Minamoto: 65k (6 jam).

Baca Juga  Timbangan Elektrik Antarkan Pria Surabaya Kedalam Penjara

“Untuk Tarif Wanita Panggilan bervariasi antara Rp 250.000- Rp 600.000, dan tergantung penamplian. Pelaku juga pemah menjual Wanita Panggilan usia pelajar kelas 2 SMP seharga Rp 1.300.00,” jelas. Brigjen Pol Slamet.

Sementara, untuk komisi bagi reseller diberikan sebesar Rp 5.000, pekamar yang disewakan dan mendapat 1 poin. Poin itu akan diakumulasi menjadi bonus sebesar Rp 1.000,-/poin.

“Pelaku OS juga membuat grup Whatsapp yang beranggotakan puluhan orang pelanggan, WP, dan reseller serta jadwal sewa kamar,” tambah Brigjen Slamet.

Dalam pengakuannya, Tersangka OS” alias Om Kost ini sudah menjalankan bisnis rumah kost harian dan WP sejak bulan Januari 2019 dan telah menjual WP sebanyak 36 orang semunya pelajar tingkat SMP, MTs, SMA, dan SMK.

Dari pelaku diamankan barang bukti, 1 HP, Uang sejumlah Rp. 1.300.000 dan disita dari Saksi Korban, 3 HP, dan kini sudah mendekam dalam penjara Polda Jatim.

Foto : Pelaku yang diamankan Polda Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here