Menkes Terawan Agus Putranto memastikan komitmen sebanyak 6.6 juta dosis vaksin corona ready to use pada November 2020. Oleh karena itu, proses vaksinasi akan dimulai di bulan yang sama.

Di bulan November, CanSino menyanggupi 100.000 vaksin (single dose). Lalu, G42/Sinopharm menyanggupi 5 juta dosis, dan Sinovac komitmen mengirim 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials)

Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang,” kata Terawan di sela kunjungannya ke China, dalam rilis Kemenko Maritim dan Investasi, Senin (10/10/20).

Lebih lanjut disampaikan Terawan, untuk menjaga akuntabilitas pengadaan vaksin, maka vaksin yang dibayarkan pemerintah maupun yang mandiri tetap harus melalui Bio Farma, sebagai BUMN yang ditunjuk untuk pengadaan vaksin.

Sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas, dalam waktu dekat Bio Farma diminta memaparkan kepada publik mengenai biaya pembelian vaksin dari semua mitra kerjasamanya.

Selain itu, Terawan menguraikan bahwa persiapan detail untuk program vaksinasi ini terus dilakukan. Para tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang berada di garis terdepan dalam penanganan COVID-19 menjadi kelompok prioritas penerima vaksin.

“Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here