MEMONEWS.TODAY-Aksi penjambretan di seputaran Pantai Ria Kenjeran yang melibatkan korban seorang guru besar di kampus ITS berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (19/1/2021).

Kedua pelakunya ternyata anak-anak atau ABG dan kejadian jambret tersebut terjadi sekitar bulan November 2020, lalu.

Tersangkanya adalah, MZ (17) pelajar asal Jalan Simokerto Kota Surabaya, SA(17) asal Jalan Sidotopo Surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, kedua pelakunya masih dibawah umur sehingga tidak menghadirkan tersangkanya, namun disampaikan terkait dengan dua orang anak ini tetap akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman adalah 7 tahun penjara.

Namun, sesuai dengan pasal 7 ayat 1 undang-undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak bahwa terhadap ancaman tersebut dapat wajib hukumnya untuk dilakukan diversi.

“Nanti dalam proses peradilan terhadap anak-anak tersebut akan dilakukan proses diversi di mana nanti dari satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak akan bekerjasama dengan Bapas,” sebut Ganis, Selasa (19/1/2021).

Setelah korban melapor, kemudian handphone tersebut oleh para pelaku sempat berpindah tangan sampai dengan 4 kali. Berpindah tangan itulah yang membuat anngota mengalami kesulitan untuk mengungkapnya.

“Proses pengungkapan perkara ini agak lama karena sudah berpindah ke tempat lain kota dan kemudian keberhasilan ini tentunya dengan menggunakan teknik Kepolisian dan kita bisa mengamankan barang tersebut,” tambah Ganis.

Awal mulanya penjambretan itu sendiri, saat itu pelaku berangkat dengan mengunakan kendaraan sepeda motor Honda Vario warna merah nopol L-2954-XM, untuk mencari sasaran

Pelaku berangkat dari rangkah menuju Pantai Ria Kenjeran Surabaya. Setelah sampainya di Patai Ria KenjeranSurabaya, pelaku melihat bapak-bapak berolahraga sepeda angin sedang istirahat duduk-duduk sambil bermain Handphone.

Baca Juga  Dua dari Lima Pria Ditembak Polisi, Susupkan Puluhan Kilo Sabu ke Jatim

Merasa ada kesempatan, pada saat melihat kondisi sepi pelaku langsung tancap gas mengambil Handphone, setelah itu kembali ke Rangkah mengecek
Handphone hasil curiannya.

“Saat diteliti, pada HP korban tersebut terdapat casing wana hitam model ada sakunya yang didalamnya ada identitas korban lalu pelaku membuang Identitas KTP dan ATM,” tutup Ganis.

Identitas beserta casing warna hitamnya itu dibuang di sungai sekitaran kuburan Rangkah dengan maksud agar tidak terdeteksi oleh petugas dan juga korbannya.

Barang bukti yang disita, 1 buah Doosbook Handphone Samsung Galaxy A8, 1 buah jaket warna hitam merk Argo, Topi, 1 jaket belang merk Quiksilver, Kepingan CD berisi rekaman CCTV, Handphone Samsung Galaxy A8, dan 1 unit Sepeda motor Honda Vario warna merah nopol
L-2954-XM.(*)

Teks : Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak pamerkan barang bukti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here