MEMONEWS.TODAY, SURABAYA
Pembunuhan di Jalan Simo Jawar Surabaya bermotif cemburu terbukti, itu setelah pelakunya ditangkap oleh Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (11/3/2021). Tersangkanya, Abdul Hosid alias BSD (39), warga Sampang Madura.

Pelapornya atau Rosiah ini dengan korban mempunyai hubungan selingkuh. Bahkan, sebelumnya korban ini pernah juga kepergok selingkuh namun pelaku saat itu memaafkan.

Agar sang istri tidak mengulangi pada, bulan Juni 2014 pelaku mengajak istrinya bekerja sebagai TKI di Malaysia dengan maksud
supaya dia dengan korban tidak mempunyai hubungan lagi.

Pada bulan April 2020 pelaku kembali bekerja sebagai TKl di Malaysia seorang diri. Saat pelaku berada di Malaysia itulah dia mendapatkan kabar dari anaknya bahwa istrinya seringkali keluar dan bertemu dengan korban.

“Atas info tersebut pelaku pulang ke Sampang dan mendapati istrinya sudah tidak berada dirumah,” sebut Kompol Ambuka Yudha Hardi Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Jumat (12/3/2021).

Selanjutnya pada, Rabu 10 Maret 2021 sekira pukul 10.00 WIB, pelaku ini beranhkat dari Sampang dengan mengajak temannya menuju ke Surabaya dengan menggunakan sepeda motor dengan membawa celuit yang diselipkan di pinggang sebelah kiri.

“Dilokasi, yakni Jalan Simo Jawar pukul 12.00 WIB, Simo Jawar pelaku melihat korban sedang berjalan kaki seorang diri, langsung saja pelaku mengayunkan celurit kearah korban,” tambah Ambuka.

Lanjutnya, pembunuhan yang direncanakan ini dapat diungkap, pelakunya ditangkap oleh anggota kurang dari 24 jam.

Celurit pelaku mengenai tangan, pundak, perut dan paha korban secara membabi buta kearah tubuh korban. Setelah korban tersungkur, pelaku langsung naik sepeda motor untuk melarikan diri.

Tersangaka Hosid sendiri mengakui jika dia merasa cemburu ke korban yang terus berhubungan dengan istrinya. Diketahui dia sudah dua kali istrinya melakukan perselingkuhan.

Baca Juga  Polantas Surabaya Sowan ke Zona Hijau, Ini Wilayahnya

“Saya tahu istri saya sudah dua kali berselingkuh dengan dia (korban). Yang pertama saya maafkan, tapi kok ngulang lagi,” jelas pelaku.

Dengan rasa penyesalan, pelakunya kini sudah mendekam dalam penjara di Polrestabes Surabaya. Dia akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan hukuman penjara maksimal seumur hidup atau penjara selama-lamab20 tahun.(*)

Foto : Pelaku di Mapolrestabes Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here