MEMONEWS.TODAY, JAKARTA-
Akibat kebanjiran, bisa mengakibatkan kendaraan bermotor rawan mogok bila kendaraan terendam. Namun saat ini
tidak perlu panik untuk mengantisipasi agar tidak mengalami kemogokan, ada beberapa tip dan cara mengatasinya.

Saat menghadapi kondisi seperti ini sebaiknya kita tidak panik, langkah antisipasi perlu dilakukan untuk mengurangi dampak risiko kerusakan pada mobil.

Tip untuk antisipasi kerusakan mesin diutarakan oleh L. Iwan Pranoto, SVP Communication & Customer Service Management Asuransi Astra. Pihaknya menjelaskan bahwa kendaraan yang terendam banjir sebaiknya tidak dipaksa jalan karena bisa merugikan keselamatan pengemudi.

“Kami sangat berkonsentrasi dengan keselamatan pelanggan kami, sebaiknya ketika mengetahui mobil sudah terendam banjir, pelanggan dapat langsung menghubungi Garda Mobile Otocare atau Garda Akses 24 Jam di 1500112.

Tim kami akan senantiasa membantu pelanggan kapan saia. Jangan melakukan perbaikan sendiri atau menyalakan mesin kendaraan yang baru saia terendam banjir, sebaiknya tunggu tim kami datang untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Iwan.

Beberapa langkah-langkah antisipasi harus dilakukan oleh pemilik mobil.
Cara pertama dengan menghentikan mobil di tempat aman. Kemudian lakukan cara menutup knalpot untuk mencegah air masuk ke mesin.

Kemudian memindahkan dan mengevakuasi mobil ke posisi yang lebih tinggi pada saat banjir.
Sedangkan untuk pemegang polis asuransi, anda dapat menghubungi layanan darurat 24 jam yang disediakan.

Misalnya, pemilik asuransi Garda Oto maka dapat menghubungi Garda Siaga melalui aplikasi Garda Mobile Otocare atau nomor telepon Garda Akses 24 Jam untuk mendapatkan layanan darurat

Cara kedua Lepaskan kabel negatif aki untuk mencegah korsleting listrik.
Pemilik mobil jangan ragu untuk melepaskan kabel negatif pada aki/baterai guna mencegah korsleting listrik.

Dengan melepas kabel negatif kita dapat mencegah kerusakan berbagai macam komponen listrik kendaraan seperti ECU. Di mobil-mobil Jepang, harga ECU berkisar Rp 7-8 juta dan hingga Rp 20 jutaan di mobil-mobil Eropa.

Baca Juga  Resepsi Pernikahan di Surabaya Dihentikan Satgas Covid

Lakukan pencabutan kabel negatif sebelum mobil terendam. Ciri-ciri kabel negatif pada aki/baterai ditandai dengan simbol – (minus/kurang). Kabel yang menempel pada terminal negatif aki / baterai adalah warna hitam polos atau yang seienisnya.

Cara ketiga dengan melakukan Cek kondisi oli mesin dan kondisi oli transmisi otomatis, karena hal tersebut biasanya terlewatkan
Pengecekan kondisi oli harus dilakukan, baik oli mesin maupun oli transmisi karena ada kemungkinan oli sudah tercampur dengan air banjir.

Ketika sudah tercampur dengan air banjir, tangki oli harus dikuras habis terlebih dahulu dengan cara flushing baru kemudian oli baru diisikan kernbali.

Pengurasan sebaiknya dilakukan di bengkel resmi yang memiliki peralatan memadai seperti Flush Autogearbox untuk menguras tuntas oli transmisi otomatis. Ciri-ciri oli sudah tercampur air yaitu warna oli berubah meniadi putih seperti susu.

Dilanjutkan dengan cara keempat Jangan menyalakan kendaraan dalam posisi mobil sudah terendam.
Mesin yang sudah terendam banjir rawan mengalami korsleting pada aki/baterai.

Selain itu, air banjir yang kemungkinan sudah ikut masuk ke dalam mesin seperti masuk ke ruang bakar akan menyebabkan water hammer saat mesin dikompresi. Kondisi itu dapat merusak komponen-komponen yang ada di dalamnya.

Hindari melakukan perbaikan sendiri sebelum menghubungi pihak asuransi karena dengan melakukan perbaikan sendiri merujuk pada penjelasan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 3 ayat 4 pihak asuransi tidak menjamin kerugian, kerusakan dan biaya atas kendaraan bermotor tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika dikemudikan secara paksa walaupun secara teknis kondisi kendaraan dalam keadaan rusak atau tidak laik jalan.

Caption. : Tips Penanganan mobil terendam banjir.

Reporter. : Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here