MEMONEWS.TODAY, NTB –
Seorang ibu di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, nekat menyetubuhi anaknya sendiri yang masih berusia 2 tahun dengan dalih tak dapat nafkah batin dari sang suami.

Ibu muda itu berinisial NHJ yang mengaku ditinggal suaminya ke istri ke 1 di Pulau Lombok. Ditambah lagi terpisah lantaran adanya pandemi Covid-19.

Kasubdit IV Remaja Anak Wanita, Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujewati mengungkap, tersangka NHJ berhubungan seksual dengan anak untuk memenuhi kebutuhan seksualnya.

“Situasi Covid-19 ini, kebetulan suami sudah lama berada di Lombok sementara yang bersangkutan berada di Bima,” ungkapnya, dalam keterangan pers, di markas Polda NTB, Kamis (28/1/2021).

NHJ kehilangan akal sehat lalu menyetubuhi anak laki-lakinya berinisial RFR (2).

Bukan saja kehilangan akal sehat, pelaku ini bersetubuh dengan RFR yang merupakan anak kedua yang lahir dari rahimnya.

Parahnya, NHJ juga merekam adegan seksual itu kemudian mengirim ke sang suami yang tinggal bersama istri ke 1 di Lombok.

Di mengirim rekaman dengan tujuan untuk memberitahukan kepada suami dia ingin diberi nafkah batin.

Berdasarkan pemeriksaan, NHJ diketahui merupakan istri kedua yang tinggal di Bima. Sedangkan sang suami sehari-hari bekerja di Lombok.

Sebelum pandemi, sang suami masih bisa pulang pergi antara rumah istri pertama di Lombok dan istri kedua di Bima. Namun saat pandemi ada pembatasan untuk bepergian, dan suaminya tidak bisa lagi bolak balik Lombok-Bima.

”Peristiwanya terjadi sekitar bulan Juni 2020, korban masih berusia 2 tahun,” tutupnya.

Dari rekam video itu di pastikan terjadi peristiwa seperti disangkakan. Tersangka kita kenakan pasal persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak.

”Sejauh ini pelaku mengaku hanya sekali,” katanya seperti dilansir dari serambinews.com.

Baca Juga  Sholat Ghaib Bersama Untuk Prajurit dan Kru KRI Nanggala 402

Polisi akan menjerat ibu muda ini dengan Pasal 81 ayat (3) dan atau Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar.(*)

Foto : Pelaku dan Petugas (Istimewa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here