BANYUWANGI, MEMONEWS.TODAY – Himbauan dari Pemerintah untuk menyelenggarakan Pendidikan bebas pungutan bagi seluruh siswa yang wajib di ikuti oleh lembaga Pendidikan yang ada di Indonesia tidak berbuah hasil yang maksimal.

Ya, nyatanya masih banyak sekolah yang tidak melaksanakan himbauan yang ada. Malah justru terkesan tidak mengindahkan dan diduga melanggar.

Salah satunya adalah sekolah SMP Negeri 2 Genten Banyuwangi. Karena anggaran yang bersumber dari Pemerintah belum bisa mencukupi kebutuhan sekolah dan masih kurang banyak. melalui Komite SMP Negeri 2 Genteng menggali Sumber Angaran dari orang tua siswa atau wali murid guna untuk mencukupi kebutuhan sekolah .

Penggalian Dana dari peran serta masyarakat (PSM) yang diminta oleh sekolah SMP Negeri 2 Genteng kepada wali murid melalui komite sekolah berfariasi besarannya.masing – masing kelas dari mulai kelas 7,8,9 tidak di samakan.

Namun nominal yang tertera dalam bukti kwitansi pemabayaran yang di terima oleh orang tua siswa hampir mendekati angka Rp. 1 juta rupiah.

Mirisnya, penggalian anggaran dana yang diminta oleh sekolah melalui komite di laksanakan di era masa pandemi covid 19, yang nyata-nyata masyarakat sekarang kesulitan dalam mencari ekonomi.

Anenya lagi, pembayaran yang di berikan oleh wali murid diterima langsung oleh pihak sekolah yang dieakili salah satu tenaga pekerja sekolah yang bestatus pagawai negeri sipil (PNS).

Dengan kejadian yang ada, Ketua Komite SMP Negeri 2 Genteng, Hari Cablak panggilan akrabnya saat di konfirmasi beberapa awak medias dan juga aktivis pendidikan menyampaikan, jika perkara pengelolaan PSM yang sekarang terjadi di SMP Negeri 2 Genteng karena komite tidak bisa setiap hari stanby di sekolah, sehingga Komite mempersilahkan kepada sekolah untuk menerima langsung bila mana ada wali murid yang mau melakukan pembayaran.

Baca Juga  Ada Jam Malam di Jombang, Mulai 14 Februari 2021

“Kita lakukan itu karena kita tidak bisa setiap hari ada di sekolah, makanya kita membijaki dan mempersilahkan sekolah untuk menerima pembayaran dari orang tua siswa” ungkap Ketua Komite, Sabtu (16/4/2021).

Hari juga berjanji, untuk tahun depan, di SMP Negeri 2 Genteng tidak di adakan penggalian dana PSM lagi.

Sayangnya, Wahyu Handayani selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Genteng ketika mau di mintai penjelasan sekaligus konfirmasi terkait penggunaan angaran dari hasil peran serta Masyarakat.

Dan permasalahan yang di terjadi SMP Negeri yang dipimpinnya tersebut,tidak mau memberikan komentar, malah justru Wahyu Handayani yang ternyata adalah Ibu dari salah satu pengacara kondang Bumi Blambangan tersebut menyalahkan awak media,

Lantaran, menurut Wahyu media tidak mempunyai kewenangan untuk bertanya tentang penggunaan anggaran yang bersumber dari manasaja.(Yoga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here