MEMONEWS.TODAY– Seorang pria yang berprofesi sebagai guru SMP di Kota Malang Jawa Timur ini lihai membuat senjata api (senpi) berbahan dasar airsoft gun. Namun sayang, senpi rakitan itu tak dilengkapi surat ijin resmi sehingga dia diamankan oleh Subdit II Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Guru yang lihai merakit, membuat membawa senjata api tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah.

Ratusan butir peluru yang diamankan

Pelakunya, AR (23) warga Desa Putukrejo Kecamatan Gondang Legi Kabupaten Malang. Dia diamankan dalam Mushola Stadion Ken Arok, Kedung Kandang Kota Malang.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, pelaku ini diamankan dan diketahui sudah sejak bulan Februari tahun 2021, dimana cara yang digunakan adalah membuat sajam dengan otodidak dalam artian dia tidak memiliki kemampuan.

“Pelaku dengan tangannya sendiri atau pemikirannya sendiri tanpa ada pelatihan yang lain secara otodidak membuat senpi. Dengan proses selama lebih kurang 1 sampai dengan 2 minggu, petugas melakukan penyelidikan akhirnya dibekuk untuk di bawa ke Polda Jatim.

“Untuk keterkaitan dengan jaringan teroris yang sebelumnya ditangkap di Kota Malang, saat ini masih diselidiki juga didalami oleh petugas,” sebut Gatot, Jumat (23/4/2021).

Laniut Gatot, Tersangka telah membuat/merakit senjata Air Softgun merk Baikal Makarov menjadi senpi jenis laras pendek kaliber 22 mm, kaliber 38 mm, dan kaliber 9 mm.

Selain itu, tersangka juga telah membuat senjata rakitan jenis Revolver kaliber 38 mm dengan mengunakan senjata Air Softgun atas pesanan konsumen. “Sejak Bulan Februari 2021 sampai ditangkap, dia sudah membuat senpi sebanyak 7 pucuk,” tambah Gatot.

Pelaku sendiri mematok dengan biaya sebesar Rp. 3.500.000 hingga Rp. 6.500.000, per pucuk. Didalam pemduatan senjata api tersebut tersangka mengunakan bermacam macam peralatan bengkel.

Baca Juga  Dua Pencuri Motor Ditembak Polisi Didua Tempat Berbeda

Barang bukti yang diamankan, 2 pucuk jenis Baikal dan Makarov, Senpi laras panjang rakitan merk reminten Kaliber 5,56 mm, 3 butir peluru kaliber 38, mesin bubut mini, bor duduk, bir tangan, grinda, kikir, 1 set las karbit dan las listrik, 4 buah besi yang dipergunakan sebagai bahan/rangka pembuatan Revolver Cal 22, 1 bungkus black powder dan
681 butir peluru tajam berbagai caliber, 2 bahan laras pancang yang belum jadi.

Guru ini terancam hukuman penjara hingga 20 tahun karena melanggar Pasal 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang tindak pidana merakit, membuat, menyimpan, menguasai dan membawa senjata api tanpa dilengkapi dengan dokumen.(*)

Foto : Pelaku pembuat senjata api rakitan digelandang Polisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here