MEMONEWS.TODAY – Meminta tebusan atas temuan BPKB malah dipenjara ? hal itu terjadi di Kota Surabaya. Pria berinisial MYK ditangkap Polisi saat meminta tebusan BPKB sebesar Rp.500 ribu ke korban, yang belakangan diketahui adalah pemiliknya.

Selidik punya selidik, warga Jalan Asemrowo Gg. I Surabaya itu mendapatkan BPKB bukan dari nemu, melainkan hasil bobol rumah milik korban SR (26), warga Asemrowo Surabaya dan mengasak BPKB, STNK dan kotak berisi jam tangan.

Setelah beberapa hari rumahnya dibobol maling, tiba-tiba korban ini ditelpon oleh orang dak dikenal yang mengaku menemukan surat-surat dengan meminta tebusan sejumlah uang.

“Orang itu meminta uang tebusan untuk BPKB sepeda motornya sebesar Rp 500 000,” jelas korban ke Polisi.

Karena ditemukan, korban kemudian mau menebus BPKB itu. Tapi dia tak sendiri melainkan dengan di dampingi petugas unit Reskrim Polsek Asemrowo dan pelaku berhasil diamankan.

Kapolsek Asemrowo Kompol Hary. K mengatakan, tersangka MYK membobol rumah korban mencuri BPKB, STNK dan kotak berisi jam tangan milik korban dengan cara mencongkel jendela rumah. Pemilik rumah saat itu tidak ada ditempat.

“Korban kemudian melihat ada bekas pintu lemarinya ada bekas di congkel,” sebut Hary, Selasa (27/4/2021).

Korban kemudian melaporkan peristiwa dialaminya ke Polsek Asemrowo. Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan.

Selanjutnya korban ditelpon oleh orang dak dikenal dengan meminta tebusan untuk BPKB sepeda motornya sebesar Rp 500 000.

“Pada saat korban menebus BPKB itulah, anggota Reskrim Polsek Asemrowo melakukan penangkapan,” tambah Hary.

Akibat perbuatannya, pelaku kini sudah dijebloskan kedalam penjara dan akan dijerat dengan Pasal 362 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (*)

Foto : Kapolsek didampingi anggota dan Kapolsek.

Baca Juga  Hari Ini, Ratusan Polisi Surabaya di Vaksin Covid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here