MEMONEWS.TODAY, SURABAYA-
Kasus yang dialami wanita cantik Anggraini Chintami Ayu Lestari (32), korban penganiayaan serta penyekapan tak sesuai yang dilaporkannya.

Dia melaporkan pelaku Rahardian Zulfikri (33) warga Mulyorejo yang saat itu mengaku Tim sukses (Timses) dari kemenangan Gibran Rakabuming Raka Calon Walikota Solo.

Pelaku Rahardian disangsi tak sesuai laporan Anggraini yang akhirnya angkat bicara terkait proses hukum yang dinilai tidak sesuai dengan berita acara perkara (BAP).

Anggariani mengelu terkait pekara ini yang dinilai ada Kejagalan dikarenakan saat sudah masuk Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya Pasal 351 KUHP tidak ada , Cuma yang diterapkan hanya Pasal 333 KUHP.

“Saya kaget mas, setelah diberitahukan Sistem Informasi Penelusuran Pekara (SIIP) Pengadilan tinggi Negeri (PN) Surabaya oleh Pengacara,” jelas Anggriani.

Korban ini menambahkan, kok aneh Pasal penganiayaan tidak ada padahal jelas Rahadian melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang perempuan.

“Semua ada buktinya dan saya hanya meminta keadilan serta untuk pelaku penganiaya di hukum setimpalnya sesuai undang-undang yang berlaku,” imbuh dia sembari menunjukkan bukti visum dan foto-foto.

Terpisah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya ketika disinggung terkait permasalahan tersebut, menjelaskan bahwa bukan hilang itu diakumulasikan dan nanti kita lihat proses persidangannya.

“Kita tunggu sidangnya mas,”Jelasnya melalui sambungan WhatsApp.

Sekedar diketahui, berdasarkan surat dakwaan pada tanggal 14 Oktober 2020 terdakwa mendatangi kamar Apartement Royal City Loft nomor 2215 yang ditempati korban Angariani Alias Marisa.

Lalu terjadi cekcok sehingga Anggraini marah sampai membanting handphone milik Rahardian sontak Rahardian memukul wajah Anggraini berkali-kali hingga berdarah sampai terjatuh dilantai lalu diseret mengakibatkan lecet disikunya sembari korban berteriak minta tolong sehingga datang Security Apartemen.

Baca Juga  Dikira Boneka, Ternyata Jasad Bayi Mengapung di Sungai

Tidak sampai disitu Rahardian setalah memasukkan korban ke kamar lalu dikunci dari luar sehingga korban memecahkan kaca jendela Apartemen guna dibukakan pintu oleh Security.

Atas perbuatannya JPU mendakwa pelakunya atau terdakwa dengan Pasal 333 KUHP. (*)

Foto : Korban menunjukkan luka akibat penganiayaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here