MEMONEWS.TODAY– Larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 2021 bagi masyarakat ternyata tidak berpengaruh terhadap keingginan dalam melakukan penukaran uang. Hal tersebut dinilai oleh Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, dimana peminat masyarakat khususnya Jawa Timur antusias mempertanyakan tentang penukaran uang baru.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Imam Subarkah mengatakan, adanya larangan mudik tidak memberikan efek terhadap rendahnya masyarakat untuk menukarkan uang baru saat lebaran.

“Bank Indonesia pusat maupun Perwakilan telah memberikan kebijakan, agar tidak melakukan penukaran uang secara langsung di masyarakat,” ujarnya pada Minggu (18/4/2021) disela acara ‘Pelatihan Wartawan BI Jatim 2021.

Dari data uang baru di masa lebaran pada tahun 2021 pihak Bank Indonesia telah menyiapkan uang kartal dalam rangka puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri di wilayah Jawa Timur diproyeksikan sebesar Rp. 28,3 trilyun. Sedangkan untuk penyediaan uang baru pada tahun 2020 sebesar Rp. 11,8 Trilyun.

Peredaran uang baru di lebaran tahun 2021 nantinya akan disebar di 14 Kabupaten.
“Kebutuhan masyarakat akan kebutuhan uang pecahan baru di lebaran tahun 2021 untuk wilayah BI Jatim yang meliputi 14 Kabupaten dan Kota di wilayah Bank Indonesia Jatim,” tambah Imam Subarkah.

Dimasa pandemi Covid-19 penukaran uang baru dilaksanakan secara berbeda bila dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya. Dimana seperti saat saat sebelum pandemi Covid-19 penukaran yang bisa dilakukan secara fisik atau betemu tatap muka. Sedangkan untuk saat ini pihak Bank Indonesia Jatim telah menyediakan Kantor bank-bank yang telah ditunjuk sebagai sarana penukaran uang baru.

“Masyarakat bisa melakukan tukar uang baru di kantor bank-bank yang sudah ditunjuk BI, termasuk pecahan uang baru Rp75 ribu masyarakat bisa menukarkannya,” Tutup Imam Subarkah.

Baca Juga  Horeee....Santri Boleh Mudik Lebaran

Reporter : Yanto

Foto : Imam Subarkah Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here