MEMONEWS.TODAY– Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Jember menduga ada penyelewengan dana bantuan operasional Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2019 yang disertai LPJ fiktif oleh KONI Jember.

Tidak sekedar hanya menjadikan isu, Rabu (28/4/2021), Ketua GMBI Jember Nailil Hufron melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum. Hufron menyerahkan erkas pelaporan dugaan penyelewengan dana Porprov tersebut di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

“Penyerahan Berkas Ini sebagai bukti keseriusan kami mengawal dana publik bahwa tidak seharusnya oknum-oknum tertentu menyelewengkan dana atlet demi kepentingan pribadi dan kelompoknya, kita akan kawal hingga tuntas kasus ini,” Hufron saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Sebagai informasi penyelenggaraan Porprov 6 Jawa Timur waktu itu dilaksanakan mulai tanggal 06 – 13 Juli tahun 2019 di empat kabupaten meliputi Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.

Sesuai dengan hasil koordinasi dengan KONI Jatim tentang distribusi anggaran bantuan maka seluruh kabupatan se Jawa Timur mendapatkan bantuan dana tersebut termasuk Kabupaten Jember

Dana yang di terima oleh Koni Jember sebesar Rp. 135.500.000 dipotong pajak menjadi sekitar Rp 127 jutaan.

“Besarnya Rp 120 juta an. Dana tersebut di gunakan untuk keperluan operasional Kontingen atlet di kabupaten Jember,” kata Hufron.

Hufron mengaku sengaja melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum karena berdasarkan data yang dimilikinya ada dugaan penyimpangan.

“Saya sudah menganalisa, membaca laporannya, sekaligus data buktinya sudah kita kantongi, hari ini laporan telah diterima dengan baik oleh Petugas Kejaksaan Jawa Timur dan dalam minggu ini akan segera diproses ” tutup Hufron.(*/eva)

Foto : GMBI Laporkan KONI Jember ke Kejati.

Baca Juga  Emak Emak Santai Embat HP, Meski Kamera CCTV Merekam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here