MEMONEWS.TODAY, SURABAYA -Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewajibkan para pengelola hotel dan apartemen untuk melaporkan tamu yang menginap 3 hari atau lebih. Hal ini guna mengantisipasi adanya pasien Covid-19 yang melaukan isolasi mandiri di kamar hotel atau penginapan.

Surat edaran bernomor 433.2/1308/436.8.4/2021 tersebut, ditandatangani langsung oleh Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana pada Jumat (12/2/2021) kemarin dan sudah disebarkan ke sejumlah pengelola hotel di Surabaya.

Surat edaran ini ditujukan kepada beberapa pihak. Selain Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, surat juga ditujukan kepada Ketua Assosiasi Building Manager Jawa Timur. Surat yang sama juga ditujukan kepada pemilik/pengelola hotel, pemilik/pengelola apartemen, pemilik/pengelola guest house/homestay/penginapan.

“Dalam rangka upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 Kota Surabaya, bersama ini disampaikan kepada saudara apabila terdapat tamu/pengunjung yang tinggal 3 hari atau lebih di tempat/usaha yang saudara kelola untuk segera melaporkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya,” sebut bunyi dalam surat edaran tersebut.

Selain laporan ditujukan kepada Disbudpar, dalam lanjutan isi surat itu disebutkan pula bahwa laporan juga disampaikan kepada Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya atau Kantor Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Surabaya.

Surat ini menyusul, laporan yang diterima Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana tentang adanya fenomena tamu yang tidak jujur melakukan isolasi mandiri di salah satu hotel di Surabaya. Tamu itu menginap lebih dari tiga hari agar tidak ditempatkan di rumah sakit karantina yang disiapkan.

“Tempo hari Polrestabes menemukan itu di salah satu hotel, isolasi mandiri karena Covid-19. Tentu Ini kan bahaya kalau tidak ada pelaporannya,” kata Whisnu.

WS panggilan akrab Wali Kota Surabaya saat ini, khawatir akan potensi penularan dari tamu atau pasien kepada pegawai hotel yang melayani.

Baca Juga  Usai Penutupan, Petugas Terus Pantau Wana Wisata Jurang Kuping

“Pegawai hotel maupun pengunjung yang lain bisa tertular jika tamu terpapar Covid-19 dan tak transparan. Bahkan, penularan bisa terus berlanjut apabila penyebaran itu tidak segera diputus,” ungkap Whisnu.

Untuk mencegah hal tersebug, Satgas Covid-19 di 31 kecamatan Surabaya juga diminta agar bergerak di wilayahnya masing-masing. Mereka diminta intens melakukan pengawasan hotel atau penginapan untuk memastikan kesehatan para pengunjung yang lebih dari tiga hari menginap. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here