MEMONEWS.TODAY, JOMBANG – Kyai sekaligus pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang diringkus polisi karena mencabuli hingga menyetubuhi santrinya sendiri.

Aksi bejat pelaku dilakukan di lingkungan pesantrennya selama dua tahun.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, modus pelaku yang sebagai kyai dalam melancarkan aksi bejatnya kepada santriwati yang berada di salah satu Ponpes tersebut.

“Dari keterangan yang kita gali, modus operandi yang digunakan salah satu pimpinan Ponpes di Jombang ini, bujuk rayu kepada korban dan santri merasa ketakutan terhadap kyainya kalau harus menolak,” tuturnya, Senin (15/02/2021).

“Korban persetubuhan pada waktu itu antara 16-17 tahun. Tersangka berinisial SBH salah satu pimpinan Pondok Pesantren di Jombang,” ungkapnya.

Ancaman 5 tahun maksimal 15 tahun penjara kini telah menanti Kyai cabul itu. “Karena ini dilakukan oleh wali atau pendidik, maka pidananya ditambah 1/3 dari ancaman hukum,”pungkas kapolres.

Sementara Kasatreskrim AKP Christian Kosasih mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan jumlah korban sekitar 15 orang santriwati.

“Dari pengakuan pelaku sudah melaksanakan aksinya sudah kepada 15 santriwati. Sementara ini yang sudah melapor sudah tercatan enam korban,” tandasnya.

Untuk menjerat pelaku, polisi mengancamnya dengan pasal berlapis. Yaitu Pasal 76 E jo Pasal 82 ayat 1 dan 2 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang pencabulan anak di bawah umur dan Pasal 76 D jo Pasal 81 ayat 2 dan 3 No 35 Tahun 2014 tentang persetubuhan anak di bawah umur.(*)

Reporter : Aziz

Foto : Pelaku digelandang Polisi.

Baca Juga  Jombang Perpanjang PPKM Mikro Sampai 08 Maret 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here