MEMONEWS.TODAY– Pria bernama Eren (38), Pelaku penusukan di lobby Araya Family Club alamat Jalan Arif Rahmat Hakim Surabaya, pada Senin (26/4/2021) pagi, diamankan.

Warga Jalan Mulyosari Prima 1 Surabaya itu menusuk Fardy Chandra (46), warga Gembong Sawah dengan pisau mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kepada Polisi, Eren mengaku menyesal. Karena sakit hati, ia menghabisi nyawa korban meski sempat mendapatkan perawatan medis.

“Saya mau minta maaf sama pihak keluarga Ferdy. Saya minta maaf sedalam-dalamnya atas peebuatan saya. Sebenarnya saya punya iktikad baik untuk menyelesaikan perselisihan dengan baik,” sesal pelaku.

Ketika ditanya mengapa menyimpan rasa dendam ke korban, pelaku mengaku sudah lama menyimpan dendan. Awalnya baik-baik, karena dibully korban dan itu berulang-ulang kali dilakukannya. Dari situlah terjadi persepsi jika pelaku seperti anak-anak yang lain, di sana itu hanya numpang cari makan, saya juga manusia biasa.

“Saya punya perasaan dan saya juga suatu hari harus membela diri, dan saat saya latihan setelah itu keluar kata-kata kayak sinis dari korban kepada saya. Ada satu teman korban di samping korban bilang, “ayo-ayo enggak usah di sini, ngapain di sini, kita pindah saja,” tambah pelaku.

Dengan adanya kata-kata sinis yang di dengarnya juga enggak enak dan pelaku makin emosi. Memang awalnya mereka berdua sudah tidak begitu cocok lagi dan sudah lama sakit hati, sudah setahun lebih.

“Saya sudah panas, saya lihat orang ini enggak ada etika untuk berbuat baik. Saya akhirnya turun ke supermarket beli pisau dengan harga 28 ribu, habis itu saya simpan di tas, dan itupun saya tidak langsung menusuk dia,” imbuh pelaku.

Kapolsek Sukolilo Kompol Subiyantana menjelaskan, hasil pemeriksaan, diketahui jika tersangka sudah dendam dengan korban sejak satu tahun yang lalu. Namun, karena dia sudah berusaha baik-baik namun tidak diindahkan korban.

Baca Juga  Setelah Diberi SK, 925 PPPK di Jember Resmi Jadi ASN

Korban sering membuly tersangka hingga akhirnya tersangka mempunyai rencana untuk melakukan pembunuhan. “Pisau sudah disiapkan diselipkan dibalik bajunya. Sehingga pada waktu cekcok langsung menusuk korban sebanyak 17 tusukan,” jelss Subiyantana, Selasa (27/4/2021).

Korban ditusuk pada bagian leher, punggung, perut, paha kiri, dada, sehingga korban kehabisan darah. Saat dievakuasi ke rumah sakit dan dilakukan pertolongan pertama, akhirnya korban meninggal dunia.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 340, 338, 351 ayat 3 dan ancaman hukumannya adalah 20 tahun, hingga 15 tahun dan UU no 12 tahun 1951 tentang senjata tajam.(*)

Foto : Pelaku penusukan tengah diapit Kapolsek dan Kanit Sukolilo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here