MEMONEWS.TODAY, JEMBER-
Tingginya angka kematian ibu dan angka kematian anak serta stunting di Kabupaten Jember, Jawa Timur menjadi sorotan banyak pihak. Salah satunya Dewan Pimpinan Cabang Partai Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jember.

Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaedi memerintahkan fraksinya di DPRD, agar memastikan anggaran penanganan gizi buruk (stunting), kematian bayi, dan kematian ibu saat melahirkan dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2021.

Sebagai informasi saat pidato pada Rapat Paripurna Serah terima jabatan Bupati-Wakil Bupati Jember beberapa waktu lalu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menunjukan data bahwa Kabupaten Jember menduduki peringkat pertama untuk jumlah kematian ibu dan bayi di Jawa Timur pada tahun 2020. Ada 61 kasus kematian ibu saat melahirkan dan 324 kasus kematian bayi di Jember.

Sementara itu, prevalensi stunting atau gizi buruk di Kabupaten Jember pada 2019 adalah 37,94. Jember berada di peringkat ketiga prevalensi stunting tertinggi di Jawa Timur. Peringkat pertama adalah Kabupaten Probolinggo dengan prevalensi 54,75 dan Kabupaten Trenggalek dengan prevalensi 39,88.

”Sebentar lagi pembahasan APBD. Saya minta fraksi agar betul-betul memelototi, ada tidak program pengentasan masalah itu. Seharusnya bupati dalam satu tahun awal menjabat menyelesaikan tiga masalah itu. Itu masalah penting,” kata Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi, Rabu (10/3/2021).

Ayub yang baru hari lalu terpilih menjadi Ketua DPC PKB Jember ini mengingatkan akan terjadi ‘hilang generasi’ di Jember jika masalah itu tak segera diatasi. “Bagaimana generasi kita yang akan datang kalau generasi stunting? Kita akan kehilangan satu generasi. Padahal Indonesia hari ini mendapatkan bonus demografi yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya,” katanya.

“Apalagi kami punya Ketua Komisi D (Hafidi). Harus pelototi betul. Kalau dalam KUA-PPAS program-program itu tidak masuk, ya harus kita masukkan. Kami tunggu bupati, karena kami tidak tahu program-programnya. Tidak bisa mereka-reka. DPC PKB akan bentuk tim pendampingan fraksi. Begitu mendapatkan KUA-PPAS, tim itu akan memelototi dan disampaikan ke fraksi,” kata Ayub.

Baca Juga  Warga Desa Latsari Mojowarno Terima Vaksin Tahap II

Lebih jauh, apa yang dilakukan PKB Jember menurut mantan Wakil Ketua DPRD Jember periode 2015-2019 ini adalah bagian dari kerja advokasi partai kepada rakyat.

Rep: Rio

Foto: Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaedi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here