MEMONEWS.TODAY– Dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap korban Ketut Mintaning alias bu Mintan, perempuan beruia 64 warga Jalan Pulau Natuna, Kel. Penarukan, Kec. Dan Kab. Buleleng, menemui titik terang dari rekaman kamera CCTV.

Kapolsek Singaraja Kompol Dewa Ketut Darma Aryawan, langsung memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Singaraja IPTU Ida Bagus Permana, untuk segera melakukan penyelidikan.

Kompol Dewa Ketut mengatakan, saat kejadian ditemukan di TKP korban dalam keadaan sudah meninggal dunia dengan posisi terlentang dilantai kamarnya dalam keadaan tangan terikat kebelakang sampai kemulut korban menggunakan sebuah kain kemben yang diketahui milik korban sendiri.

Korban adalah seorang perawan tua yang tinggal sendirian di TKP sambal berjualan makanan dan minuman ringan.

Berdasarkan hasil olah TKP serta pemeriksaan saksi-saksi diperoleh petunjuk tentang pelaku yang melakukan pembunuhan tersebut, dimana dari rekaman kamera CCTV yang ada disekitar TKP terlihat seorang laki-laki yang masuk kedalam rumah korban pada Minggu, 28 Maret 2021, sekira jam 01.48 WITA.

“Laki-laki yang juga tersangkanya tersebut diketahui bernama Yoni Jatmiko (29) buruh Bangunan, asal Mlinjeng, RT/RW 004/002, Desa Mlinjeng, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jatim,” sebut Kompol Dewa Ketut, Senin (19/4/2021).

Pembunuhan tersebut terjadi saat pelaku berbelanja di warung korban sekitar tiga hari sebelum kejadian pembunuhan tersebut.

“Di Bali, dia tinggal sementara Jalan Pulau Natuna, Kel. Penarukan, Kec. dan Kab. Buleleng. Modusnya, pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban tersebut karena pelaku dendam dengan korban dimana sebelumnya korban mencaci pelaku dengan mengatai CICING (anjing),” tambah Kompol Dewa Ketut.

Selanjutnya tim penyelidik/penyidik melakukan pencarian terhadap keberadaan laki-laki tersebut dan ditemukan di rumah bedeng bangunan ruko yang terletak di Jalan Pulau Natuna, Kel. Penarukan, Kec. dan Kab. Buleleng berjarak sekitar 20 meter dari TKP.

Baca Juga  Hendak Mencuri Motor Dua Pemuda di Surabaya Kepergok Warga, Ditemukan Sajam dan Model T

Kemudian dilakukan Introgasi terhadap laki-laki tersebut yang mana selanjutnya mengakui bahwa memang benar dirinya Yoni dan telah melakukan pembunuhan terhadap korban Ketut Mintaning.

Dari pengakuan pelaku bahwa pembunuhan tersebut dilakukan pada, Minggu, 28 Maret 2021, sekira jam 02.00 WITA dengan cara pelaku datang kerumah korban kemudian masuk kedalam rumah dengan memanjat pintu masuk rumah.

Setelah berada didalam rumah korban, kemudian pelaku menggedor-gedor pintu kamar korban karena tidak ada reaksi dari dalam, pelaku berusaha membuka paksa pintu kamar korban dengan cara menendang pintu kamar sebanyak dua kali sehingga korban terbangun.

Pelaku langsung mendorong pintu kamar korban sehingga pintu kamar terbuka yang kemudian pelaku masuk kedalam kamar korban dan melihat korban marah-marah sampai menarik seprai kemudian korban keluar dari kamar dan berteriak minta tolong.

“Karena korban minta tolong, saya langsung menampar wajah korban dengan tangan kanan dengan maksud menyuruh korban diam namun korban membalas dengan menarik rambut saya,” jelas pelaku Yoni.

Saat itu, pelaku langsung mendorong tubuh korban hingga tubuhnya terjatuh dilantai kamar dan kepala bagian belakang terbentur lantai. Akhirnya korban terlihat dalam keadaan lemas, selanjutnya pelaku kembali masuk kedalam kamar kemudian seprai yang ada diatas kursi dibentangkan dilantai dan kemudian korban ditarik sehingga tubuh korban berada diatas seprai.

Karena melihat korban masih bergerak jari-jari tangannya sehingga pelaku langsung mengikat tangan korban kebelakang dan mulut korban dengan menggunakan sebuah kain kemben milik korban setelah itu pelaku langsung kabur meninggalkan korban menuju rumah bedeng.

Terhadap pelaku diduga melakukan tindak Pidana Pembunuhan itu kini sudah ditahan dalam penjara dan akan dijerat pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 Ayat(3) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(*)

Baca Juga  Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Bekuk Pelaku Jambret

Reporter : Vi

Foto : Pelaku pembunuhan di Singaraja, Bali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here