MEMONEWS.TODAY-.Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara mengutuk keras kedatangan Negara Myanmar datang ke Indonesia dalam pertemuan
puncak ASEAN.

BEM Nusantara menolak berdasarkan mandat rakyat dan terpilih melalui mekanisme pemilihan yang sah dan
demokratis. BEM Nusantara juga mengutuk tindakan kekerasan dan
represif yang dilakukan oleh Militer Myanmar.

Militer harus segera menghentikan
kekerasan dan represi yang mereka lakukan, karena tindakan represif berupa kesewenang-wenangan, pemukulan, penculikan, kriminalisasi bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh
Militer Myanmar.

Koordinator BEM Nusantara Daerah Jawa Timur Ahmad Faruuq mengatakan, yang dilakukan oleh Militer Myanmar sama sekali bukanlah merupakan hal yang tepat untuk menyelasaikan permasalahan dan meredakan konflik, karena upaya tersebut bukanlah jalan untuk melahirkan
sebuah solusi yang disepakati bersama.

“Hal tersebut adalah tindakan represif yang melanggar hak asasi manusia serta jauh dari nilai-nilai kemanusiaan,” jelas Ahmad Faruuq, Kamis (22/4/2021).

Lanjutnya, pada tanggal 1 Februari 2021, menjadi tanggal dimana Myanmar berubah dari negara yang aman dan tentram menjadi negara yang sangat mencekam dan mengerikan. Ketika kekuatan Militer
mengambil alih paksa kekuasaan sehingga melahirkan gelombang penolakan yang kian hari kian membesar dari masyarakat sipil. Rakyat Myanmar menyuarakan bahwa mereka tidak menginginkan hidup dibawah kuasa pemerintahan Militer yang otoriter.

Atas kejadian itu, dengan ini BEM Nusantara menyatakan :

1. Atas nama solidaritas dan mengingat sila ke-2 Pancasila serta menjaga integritas dan moral bangsa. BEM NUSANTARA meminta Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan puncak ASEAN untuk membatalkan dan melarang kehadiran pimpinan Junta Militer
Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing.

2. BEM NUSANTARA, meminta kepada Pemerintah Indonesia, ASEAN, dan PBB
untuk mendukung perjuangan rakyat Myanmar, dengan cara menyatakan sikap dan
melakukantindakan-tindakan yang konkret Sebagai upaya mendukung dikembalikannya pemerintah sipil yang demokratis serta memberikan perlindungan kepada masyarakat
sipil Myanmar serta menghentikan tindak kekerasan yang dilakukan oleh Militer
Myanmar.

Baca Juga  Pembunuhan di Simo Jawar Diduga Bermotif Asmara

3. Meminta negara-negara ASEAN secara umum dan Indonesia khususnya, agar senantiasa tepat dan bijaksana dalam menentukan pilihan sikap nya, rezim pemerintahan Militer Myanmar dengan Jenderal Min Aung Hlaing sama sekali bukanlah.pimpinan Myanmar yang seharusnya, karena ia sama sekali tidak memiliki legitimasi dan sama sekali tidak mendapat dukungan dari rakyat.

“Dari pernyataan sikap ini, dengan tegas pula ingin kami sampaikan dengan sadar bahwa kami sepenuhnya mendukung dan bersolidaritas dengan perjuangan rakyat Myanmar dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan yang menjadi haknya, serta sepenuhnya kami
mendukung pemerintahan sipil sebagai pemerintah Myanmar yang sah karena terpilih,” tutup Ahmad Faruuq.(*)

Foto : BEM Nusantara Tolak Kedatangan Myanmar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here