MEMONEWS.TODAY, -Warga Blitar sangat merasakan Gempa bumi dengan Magnitudo 6,1, bahkan, sejumlah rumah dan fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan.

Dampak guncangan gempa juga terjadi di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Gempa tersebut menyebabkan atap di Ruang Cepaka runtuh.

Selain atap ruang, sejumlah fasilitas di Ruang Cepaka juga mengalami kerusakan. Berdasarkan foto yang diterima Media Blitar, sejumlah fasilitas terlihat bergelantungan di ruangan itu usai gempa terjadi.

Kerusakan ruangan tersebut dibenarkan oleh Wadir Pelayanan dan Penunjang RSUD Mardi Waluyo Kota, dr Herya Putra. Sedikitnya ada tiga tempat di Ruang Cepaka tersebut meliputi kamar 3, 8, dan 11. Kerusakan terparah ada di kamar 8 dan 11.

“Pihak rumah sakit sudah mengevakuasi pasien dan tidak terkena material atap, hanya terkena debunya,” kata Herya ketika dikonfirmasi, Sabtu (10/4/2021). 9

Herya belum menjelaskan ada berapa pasien yang dipindahkan. Pasien tersebut dievakuasi ke ruangan seruni yang ada di lantai satu.

Selain mengevakuasi pasien, pihak rumah sakit juga mengidentifikasi kerusakan lain yang kemungkinan timbul akibat guncangan gempa tersebut.

“Struktur beton itu yang bahaya. Kami tanggung-jawablah agar semuanya aman dan clear,” terangnya.

Belum ada laporan terbaru terkait kerusakan apa saja yang ada di Kota Blitar. Sejauh ini petugas masih melakukan pendataan terkait kerusakan yang timbul pasca gempa terjadi.

Namun diketahui, jika kerusakan di Kota Blitar juga terjadi di fasilitas publik lainnya, dan satu diantaranya ialah MI Hidayatullah di Jalan Kalimantan.(*)

Reporter : Gil

Foto : Rumah sakit yang terdampak gempa di Blitar.

Baca Juga  BP2MI Selamatkan Beberapa Calon TKW Ilegal asal Banyuwangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here