MEMONEWS.TODAY, ACEH-
Setelah viral di media sosial terkait anggota Brimob yang ditemukan rekannya di rumah sakit jiwa, Polda Aceh melakukan tes DNA guna memastikan indentitas seorang pria yang diduga anggota polisi yang nyatakan hilang saat tsunami 2004 dulu.

Polda Aceh melalui DVI Biddokes Polda Aceh, mengambil Sample Swab Buccal DNA dan sidik jari milik Asep untuk pemeriksaan indetitasnya.

Tes DNA untuk memastikan bahwa Asep benar anggota polisi yang hilang saat Tsunami tahun 2004 silam di Aceh.

Sebelumnya, pria yang bernama Asep adalah salah satu pasien di RSJ Aceh, Asep viral setelah akun media sosial @ini_polisi memposting vedio Asep beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy menjelaskan, pemeriksaan tersebut guna untuk memastikan kebenaran tentang Asep, pada Jumat (19/3/2021).

“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keberanannya jika yang bersangkutan Asep adalah anggota Brimob yang dinyatakan hilang saat Tsunami Aceh,’’ jelas Winardy dilansir dari BisaApa.id, Minggu (21/3/2021).

Untuk diketahui, polisi bernama Asep dulunya bertugas sebagai Pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor, dia ditugaskan ke Aceh sebagai Poskotis Brimob Peukan Banda Aceh pada tahun 2004.

Pada saat Itu, polisi yang bernama Asep menyandang pangkat Bhayangkara Muda dan menyemat pangkat sebagai Ajun Brigadir Polisi (Abrip).

Saat Tsunami Aceh pada tahun 2004 posko tempat Asep bekerja disapu bersih dan memakan puluhan koban jiwa, Asep dinyatakan hilang dalam bencana alam tersebut.

Saat ini Asep dinyatakan berada di RSJ Aceh, Asep dirawat karena mengelami ganguan jiwa semenjak 2009 lalu.(*)

Foto : Pengambilan tes DNA di Polda Aceh.

Baca Juga  Driver Ojol Dibekuk Polisi Surabaya, ini Sebabnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here