MEMONEWS.TODAY, JEMBER– Wakil Bupati Muhammad Balya Firjauan Barlaman atau akrab dipanggil dengan Gus Firjaun marah. Anak buahnya, Fauzi dinilai berbohong telah mencairkan gaji ASN padahal nyatanya tidak ada pencairan gaji.

Kemarahan Gus Firjaun ini terjadi saat sidak yang dilakukan Bupati Hendy Siswanto dan Gus Firjaun di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Jember Rabu pagi (3/3/2021).

Wabup Gus Firjaun kemudian menanyakan kepada Fauzi terkait pencairan gaji ASN lingkungan Pemkab Jember kepada Fauzi. Saat dikonfirmasi usai rapat Satgas Covid-19 di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Rabu sore (3/3/2021), Gus Firjaun menjelaskan kronologi peristiwa tersebut.

”Kitakan tanya saja bagaimana pak?, kita kan tahu kalau belum gajian.Honorer-honorer itukan belum gajian,”kata Gus Firjaun.

Mendengar pertanyaan dari Wabup, Fauzi dengan gaya meyakinkan mengatakan telah mencairkan gaji ASN di instansi yang dipimpinnya.

“Kemudian di jawab (Fauzi) sudah. Loh sudah bagaimana GTT-PTT loh belum gajian!?,” kata mantan anggota DPRD Jawa Timur itu.

Fauzi menurut Firjaun kemudian beralasan telah mempunyai bukti data-data pencairan. “Sudah pak, sudah ada buktinya,” katanya menirukan ucapan Fauzi.

Mendengar jawaban Fauzi, Gus Firjaun mengaku heran. Terlebih Fauzi sempat mengatakan pencairan gaji tergantung keberanian kepala dinas atau badan sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA).

”Kemudian dia cerita macem-macem, tergantung keberanian (Fauzi sebagai kepala Bappekab),” katanya.

”Loh-loh koq ada statemen (pernyataan) tergantung keberanian. Ojo marai elek (mengajarkan hal jelek,” tegasnya kepada Fauzi.

Pernyataan Fauzi itu dinilai memberi contoh buruk pada kepala dinas dan badan di lingkungan Pemkab Jember. Firjaun kemudian menganalogikan ketika seseorang pengguna kendaraan yang menyerobot rambu-rambu lalu lintas.

“Ini ono dalan distop satu jalur (ada jalan satu jalur distop).Sampean nek kate (lewat) ya gak papa tergantung keberanian. Kan podo karo ngunu (kan sama seperti itu),” kata Firjaun dalam bahasa Jawa.

Baca Juga  Akibat Lakukan Kerumunan Masa, Pelantikan Silat Cempaka Putih Dibubarkan oleh Aparat

“Kalau sudah benar on the track ngapain butuh keberanian,” imbuhnya.

Ingin membuktikan pernyataan Fauzi, Firjaun kemudan mencari seorang tenaga honorer dari Satpol PP untuk didengar pernyataannya apakah sudah menerima gaji. Tenaga Satpol PP tersebut kemudian mengaku sudah hampir 3 bulan ini tidak menerima gaji.Fauzi saat itu diam seribu bahasa.

“Ini gimana koq seperti ini, (Fauzi) hanya diem,” katanya sembari tersenyum.

Pernyataan bohon Fauzi ini menurut Firjauan akibat selalu mempersepsikan sendiri aturan-aturan yang ada.

”Makanya kami tidak ingin (pejabat-pejabat Pemkab Jember) bekerja dengan persepsi sendiri. Kita pengen bekerja dengan baik dan benar sesuai dengan aturan yang ada,” katanya

“Kalau ada persepsi aturan yang belum jelas sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu (kepada atasan). Jangan dipersepsikan sendiri tergantung berani apa nggak. Itu ndak baik,” tegas Pengasuh Ashidiqi Putra (Ashtra) Talangsari ini.

Lebih jauh Firjaun berpesan semua pejabat harus tunduk dengan aturan yang ada. ”Kita harus bekerja dengan baik dan benar. Baik dari sisi tata cara benar dari sisi aturan,”pesannya.

Sebagai informasi sampai hari ini belum ada pencairan gaji ASN Kabupaten Jember. Pencairan gaji ASN untuk bulan Maret 2021 belum bisa dilaksanakan.

Penyebabnya dari akhir masa jabatan Bupati Faida hingga saat ini Jember belum memiliki APBD. APBD tidak didok karena Faida tidak memenuhi permintaan DPRD Jember untuk mengembalikan KSOTK pada tahun 2016.

Sehingga untuk membiayai kebutuhan rutin dan mendesak seperti gaji, membayar listrik maupun kebutuhan alat tulis kantor harus dengan Perkada ataupun Perbup. Sedangkan Hendy yang baru beberapa hari dilantik memang belum membuat Perbup untuk hal tersebut.

Sementara Fauzi sendiri dikenal sering membuat pernyataan kontroversial. Salah satunya mengatakan Gubernur Jawa Timur lalai. Pernyataan yang disampaikan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Jember itu berbuah rekomendasi dari Inspektorat Propinsi berupa sanksi penurunan pangkat.

Baca Juga  Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Oknum Perawat RS Haji Dilaporkan Polisi

Namun seolah kebal sanksi, hingga kini sanksi tersebut belum pernah dia terima. Terbukti pria flamboyan berkepala bersih ini dari pemerintahan bupati lama hingga kini masih menjabat sebagai kepala Bappekab.(*)

Reporter : Rio
Foto : Gus Firjaun menasehati Fauzi yang sering membuat pernyataan kontroversial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here