MEMONEWS.TODAY– Larangan mudik yang akan berlaku mulai 6 Mei hingga 17 Mei mendatang, petugas menyiapkan sedikitnya 17 titik penyekatan.

Setiap titik penyekatan akan di jaga petugas gabungan, TNI Polisi, Dinas Perhubunhan, Linmas dan Satpol PP dengan total sebanyak 411 personel yang disiagakan.

Kegiatan imbauan larangan mudik ini sesuai dengan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H.

Penyekatan di 17 titik di Surabaya itu tersebar di beberapa lokasi yang menjadi pintu masuk ke Kota Surabaya diantaranya :

1. Terminal Benowo

2. Terminal Osowilangun

3. Exit Tol Masjid Al-Akbar Surabaya

4. Depan PMK Sier

5. Eks Pasar Karang Pilang

6. Exit Tol Gunungsari – Malang

7. Exit Tol Gunungsari – Gresik

8. SP3 Driyorejo – Lakarsantri

9. Bundaran Waru

10. Exit Tol Simo Surabaya

11. Exit Tol Satelit

12. Rungkut (Pondok Chandra)

13. Merr Gunung Anyar

14. Jembatan Suramadu

15. Exit Tol Margomulyo

16. Dupak Demak

17. Exit Tol Perak

Untuk antisipasinya, langkah penyekatan di perbatasan Kota Surabaya tersebut ada beberapa target yang akan dilakukan diantaranya :

1. Kendaraan selain plat L (luar kota Surabaya) yang bertujuan akan keluar atau masuk ke kota Surabaya.

2. Orang yang tidak menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan Perwali Kota Surabaya yang berlaku.

3. Warga di luar KTP Surabaya yang mempunyai tujuan selain untuk bekerja atau kepentingan kedaruratan.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara saat dikonfirmasi mengatakan dari hasil rapat koordinasi ada 17 titik penyekatan terkait larangan untuk mudik yang akan mulai berlaku pada 6 Mei-17 Mei 2021.

Baca Juga  Teror Wanita Cantik di Mabes Polri, Polisi Perketat Paskah di Surabaya

Langkah itu merupakan untuk monitoring orang keluar masuknya di Kota Surabaya dan nanti ada beberapa lokasi yang di sekat. “Pihak Pemkot Surabaya juga akan menyiagakan 4 armada kendaraan untuk antispasi pemudik yang nekat masuk Surabaya,” katanya.

Para pemudik yang kepadatan nekat itu akan di bawa ke tempat karantina di Asrama haji dengan tujuan sama-sama menjaga Kota Surabaya terkait penyebaran COVID-19.(*)

Foto : Penyekatan batas kota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here